Key insights and market outlook
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan kekhawatiran tentang potensi kontaminasi Cesium-137 (Cs-137) pada ekspor udang Indonesia ke AS. Industri ini bernilai US$ 1,6-2 miliar dengan AS sebagai pasar terbesar dan mempekerjakan lebih dari 15 juta orang. Trenggono menyatakan lega bahwa AS tetap mengimpor udang Indonesia meski ada isu tersebut.
Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, baru-baru ini mengungkapkan kekhawatiran besarnya terkait potensi larangan ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat karena terdeteksinya kontaminasi Cesium-137 (Cs-137). Industri udang Indonesia sangat signifikan dengan luas tambak mencapai 247.803 hektar dan menopang kehidupan minimal 15 juta orang.
Nilai ekspor udang Indonesia sangat besar, berkisar antara US$ 1,6 miliar hingga US$ 2 miliar, dengan Amerika Serikat sebagai pasar terbesar. Trenggono menekankan dampak ekonomi potensial dari larangan ekspor, menyatakan bahwa baik dia maupun Menteri Koordinator akan menghadapi tekanan besar karena jutaan petani udang kemungkinan akan protes.
Trenggono mengungkapkan rasa syukurnya karena AS tetap menerima ekspor udang Indonesia meskipun ada isu kontaminasi Cs-137. Keputusan ini diambil di tengah persaingan ketat dengan negara-negara produsen udang besar lainnya seperti Ekuador, India, dan Vietnam. Rasa lega Trenggono menegaskan pentingnya pasar AS bagi industri udang Indonesia dan potensi konsekuensi kehilangan akses ke pasar tersebut.
Potential US Ban on Indonesian Shrimp
Cs-137 Contamination Issue
Continued US Demand for Indonesian Shrimp