Key insights and market outlook
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan bahwa banyak tambak udang rusak parah akibat banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kerusakan termasuk lumpur yang menutupi area tambak, dengan dampak penuh masih dalam proses penilaian. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Sasono, mengkonfirmasi kerusakan luas, menyatakan bahwa banyak tambak yang rata dengan tanah.
Banjir yang melanda Sumatera baru-baru ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada industri budidaya udang, dengan berbagai wilayah yang terdampak. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengkonfirmasi bahwa tambak udang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat termasuk di antara yang terkena dampak. Menurut Pung Nugroho Sasono, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di KKP, kerusakan yang terjadi sangat luas dengan banyak tambak yang terendam lumpur secara total.
Meskipun jumlah pasti petani yang terdampak belum diungkapkan, Sasono mengakui bahwa kerusakan yang terjadi sangat luas. Data mengenai jumlah spesifik petani yang terdampak saat ini sedang disusun oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Banjir ini kemungkinan akan memiliki implikasi ekonomi yang signifikan bagi sektor budidaya udang, yang berpotensi mempengaruhi pasar lokal dan internasional.
KKP saat ini sedang menilai dampak penuh dari kerusakan. Sementara penilaian terus berlanjut, pemerintah mungkin akan mengimplementasikan langkah-langkah untuk mendukung petani yang terdampak dan membantu memulihkan tambak udang yang rusak. Ini bisa mencakup bantuan keuangan, perbaikan infrastruktur, dan mekanisme dukungan lainnya untuk mengurangi dampak pada industri.
Shrimp Farm Damage from Floods
Aquaculture Industry Impact Assessment