Indonesia's Soybean Imports Highlighted as Titiek Soeharto Criticizes Agricultural Policies
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedDec 5
Sources1 verified

Impor Kedelai RI Disorot saat Titiek Soeharto Kritik Kebijakan Pertanian

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Politikus Indonesia Titiek Soeharto mengkritik kebijakan pertanian pemerintah dalam rapat parlemen, menyoroti ketergantungan RI pada impor kedelai untuk makanan pokok seperti tahu dan tempe. Indonesia mengimpor 2,6 juta ton kedelai setiap tahun, meskipun menjadi konsumen utama produk tersebut. Produksi dalam negeri hanya memenuhi sekitar 10-14% dari total kebutuhan kedelai sebesar 2,9 juta ton per tahun.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Impor Kedelai RI Disorot saat Titiek Soeharto Kritik Kebijakan Pertanian

Ketergantungan Berat pada Impor untuk Makanan Pokok

Dalam rapat parlemen baru-baru ini, politikus Indonesia Titiek Soeharto menyoroti ketergantungan besar negara pada impor kedelai. Sebagai Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek menekankan bahwa kebutuhan kedelai RI mencapai 2,9 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya berkisar antara 300.000 hingga 400.000 ton. Jarak yang signifikan ini menyebabkan impor 2,6 juta ton kedelai, situasi yang menurut Titiek berarti "triliunan rupiah" dihabiskan untuk impor.

Implikasi bagi Ketahanan Pangan dan Ekonomi

Ketergantungan berat pada impor kedelai untuk produksi makanan pokok seperti tahu dan tempe menimbulkan kekhawatiran tentang ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi RI. Makanan tradisional ini bukan hanya penting secara budaya tapi juga menjadi bagian penting diet harian jutaan warga Indonesia. Tagihan impor kedelai yang besar memiliki implikasi ekonomi, memengaruhi neraca perdagangan negara dan berpotensi mempengaruhi harga makanan pokok ini.

Seruan untuk Reformasi Pertanian

Kritik Titiek dalam rapat dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya memprioritaskan produksi kedelai dalam negeri. Ia berargumen bahwa mengingat pentingnya tahu dan tempe dalam kuliner Indonesia, pemerintah harus menjadikan produksi kedelai sebagai prioritas. Seruan reformasi kebijakan pertanian ini bertujuan mengurangi ketergantungan RI pada impor dan memperkuat ketahanan pangan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
9 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Food SecurityAgricultural PolicyImport Dependence

Key Events

1

Soybean Import Criticism

2

Agricultural Policy Review

Timeline from 1 verified sources