Key insights and market outlook
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia menghadapi tantangan dalam menarik investor global, seperti terlihat dari keputusan Nvidia untuk berinvestasi di Malaysia. Pemerintah berupsi meningkatkan daya saing melalui insentif fiskal dan perbaikan regulasi untuk meningkatkan investasi menjadi Rp 43 triliun pada 2025. Para ahli menyarankan bahwa Indonesia perlu mengembangkan ekosistem yang lebih komprehensif di luar infrastruktur saja.
Pemerintah Indonesia secara agresif menargetkan investasi sebesar Rp 43 triliun untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada tahun 2025 1
Keputusan Nvidia untuk berinvestasi di Johor, Malaysia, bukan di KEK Indonesia, menyoroti tantangan kompetitif yang dihadapi KEK Indonesia 2
Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah bekerja pada berbagai front:
Para ekonom menekankan bahwa Indonesia perlu melangkah lebih jauh dari sekadar pengembangan infrastruktur. Wijayanto Samirin mencatat bahwa investor global membutuhkan ekosistem yang lebih canggih termasuk regulasi yang stabil, tenaga kerja terampil, dan layanan pendukung komprehensif. Fokus saat ini pada logistik saja tidak cukup untuk bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia yang menawarkan solusi lebih terintegrasi.
Meski menghadapi tantangan saat ini, pemerintah tetap optimis mencapai target investasi. Dengan perbaikan strategis pada infrastruktur dan kerangka regulasi, KEK Indonesia berpotensi menjadi lebih menarik bagi investor teknologi global. Kesuksesan inisiatif ini akan krusial dalam menentukan posisi Indonesia dalam lanskap investasi teknologi global.
Investment Target Announcement
Nvidia Investment Decision