Key insights and market outlook
Produk Cold-Rolled Stainless Steel Flat (CRSS) Indonesia terbebas dari Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) Turki setelah investigasi menyeluruh. Otoritas Turki menyimpulkan bahwa impor Indonesia tidak dilakukan dengan dumping signifikan dan tidak menimbulkan kerugian bagi industri Turki. Ekspor CRSS ke Turki melonjak dari $21,9 juta di 2020 menjadi $108,6 juta di 2024, menunjukkan penetrasi pasar yang meningkat. Keputusan ini meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional dan membuka peluang pertumbuhan ekspor lebih lanjut.
Ekspor Cold-Rolled Stainless Steel Flat (CRSS) Indonesia berhasil melewati investigasi anti-dumping Turki dan terbebas dari Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD). Biro Anti-Dumping dan Subsidi Turki menutup investigasi pada 27 Desember 2025 dengan kesimpulan bahwa impor CRSS Indonesia dilakukan dengan margin dumping di bawah ambang batas dan tidak menyebabkan kerugian bagi industri dalam negeri Turki.
Data ekspor menunjukkan pertumbuhan signifikan:
Pertumbuhan konsisten ini menunjukkan peningkatan pangsa pasar Indonesia di Turki. Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan bahwa hasil ini menunjukkan industri baja kompetitif dan diplomasi perdagangan efektif.
Hasil positif ini diperkirakan akan memperkuat posisi Indonesia di pasar baja global dan membuka peluang ekspor lebih luas. Keputusan ini membuktikan bahwa produk baja Indonesia dapat bersaing secara adil di pasar internasional, didukung oleh praktik perdagangan yang tepat dan dukungan pemerintah.
Anti-Dumping Investigation Outcome
Export Growth to Turkey