Key insights and market outlook
Skandal eFishery telah menciptakan efek riak di ekosistem startup Indonesia, membuat investor menjadi lebih berhati-hati dan menyebabkan penurunan signifikan dalam pendanaan. Krisis dimulai ketika terungkap bahwa salah satu pendiri eFishery, Gibran Huzaifah, telah memalsukan laporan keuangan, mengakibatkan sekitar $300 juta dana investor tidak diketahui kejelasannya. Insiden ini tidak hanya berdampak pada eFishery tetapi juga mempengaruhi startup lain dan firma modal ventura, dengan beberapa investor menarik diri dari kesepakatan dan yang lain menuntut due diligence yang lebih ketat.
Skandal baru-baru ini yang melibatkan eFishery, startup agritech terkemuka di Indonesia, telah mengirimkan gelombang kejut melalui ekosistem startup negara ini. Terungkapnya bahwa salah satu pendiri eFishery, Gibran Huzaifah, telah memalsukan laporan keuangan, yang mengakibatkan sekitar $300 juta dana investor tidak diketahui kejelasannya, telah menyebabkan penurunan signifikan dalam kepercayaan investor. Insiden ini tidak hanya berdampak pada eFishery tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas pada lanskap startup di Indonesia.
Skandal eFishery telah mendorong investor untuk menjadi lebih berhati-hati, dengan banyak yang mengadopsi pendekatan yang lebih ketat terhadap due diligence. Menurut Rama Mamuaya, mitra di DSX Ventures dan wakil ketua Asosiasi Modal Ventura Indonesia untuk Startup, banyak putaran pendanaan yang ditunda setelah berita tentang eFishery. Investor kini menuntut valuasi yang lebih realistis dan metrik operasional yang jelas.
Krisis ini telah mempengaruhi tidak hanya eFishery tetapi juga startup lain dan firma modal ventura. Beberapa investor, seperti Temasek, telah menarik diri dari kesepakatan tahap awal, sementara yang lain, seperti Northstar Group, telah menjual sebagian portofolionya. Tekanan juga dirasakan di antara firma modal ventura, dengan beberapa mencoba untuk melepaskan saham mereka di startup dengan harga diskon.
Skandal eFishery telah menyebabkan pergeseran dalam standar investasi, dengan investor kini memperluas due diligence hukum dan keuangan mereka, melakukan pemeriksaan referensi yang lebih dalam, dan menuntut valuasi yang lebih realistis dan metrik operasional yang jelas. Menurut Sang Han, mitra di East Ventures, standar untuk investasi telah berubah drastis. Perubahan ini tercermin dalam data pendanaan, dengan startup Indonesia hanya mengumpulkan sekitar $80 juta pada paruh pertama 2025, penurunan tajam dari $200 juta pada periode yang sama tahun lalu dan jauh di bawah puncak $9,44 miliar pada 2021.
eFishery Scandal
Funding Crunch in Startup Ecosystem
Shift in Investment Standards