Key insights and market outlook
Rencana penggabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya ditunda ke tahun depan dari target awal akhir 2025. Menurut Rosan Roeslani, CEO BPI Danantara, penundaan ini disebabkan oleh kondisi keuangan perusahaan yang saat ini tidak sehat. Merger akan dilanjutkan setelah laporan keuangan membaik dan kelangsungan usaha terjamin.
Rencana penggabungan BUMN Karya ditunda ke tahun depan karena masalah kesehatan keuangan perusahaan. Rosan Roeslani, CEO BPI Danantara, menyatakan bahwa keputusan penundaan ini diambil untuk memastikan kondisi keuangan BUMN Karya membaik sebelum merger dilakukan.
Penggabungan ini akan dilakukan jika BUMN Karya memiliki laporan keuangan yang lebih sehat dan kelangsungan usaha yang terjamin. Rosan menekankan bahwa kondisi keuangan BUMN Karya saat ini belum optimal, sehingga perlu waktu untuk perbaikan. Penggabungan akan dilakukan setelah kondisi keuangannya membaik dan kelangsungan usahanya lebih terjamin.
Rencana awal merger ditargetkan rampung akhir 2025, namun karena tantangan keuangan yang dihadapi BUMN Karya, waktu pelaksanaannya dimundurkan. Keputusan strategis ini bertujuan menciptakan entitas yang lebih kuat dan stabil secara finansial setelah merger, sehingga berpotensi meningkatkan daya saing mereka di sektor konstruksi.
BUMN Karya Merger Delay
Financial Restructuring