Indonesia's Steel Industry Faces Green Transition Challenges Amid Global Carbon Regulations
Back
Back
7
Impact
8
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 29
Sources1 verified

Industri Baja Indonesia Hadapi Tantangan Transisi Hijau di Tengah Regulasi Karbon Global

Tim Editorial AnalisaHub·29 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Industri baja Indonesia harus mengadopsi teknologi ramah lingkungan untuk tetap kompetitif seiring dengan semakin ketatnya regulasi karbon global. Mekanisme Penyesuaian Karbon Perbatasan (CBAM) Uni Eropa mendorong Indonesia untuk mengurangi intensitas karbon tinggi sebesar 1,6 tCO2e per ton. Climate Catalyst merekomendasikan transisi ke teknologi Electric Arc Furnace (EAF) dan implementasi kebijakan Pengadaan Barang Ramah Lingkungan (GPP) untuk mendorong permintaan baja rendah karbon.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Industri Baja Indonesia di Persimpangan: Tantangan dan Peluang dalam Transisi Hijau

Regulasi Karbon Global Mendorong Perubahan

Industri baja Indonesia menghadapi tekanan meningkat untuk mengadopsi teknologi ramah lingkungan seiring dengan semakin ketatnya regulasi karbon global. Mekanisme Penyesuaian Karbon Perbatasan (CBAM) Uni Eropa, yang efektif segera, menambahkan biaya karbon pada barang impor termasuk baja, memaksa produsen Indonesia untuk beradaptasi. Saat ini, Indonesia adalah produsen baja terbesar ke-15 global dengan produksi 16,8 juta ton per tahun, namun intensitas karbon tinggi sebesar 1,6 tCO2e per ton menimbulkan tantangan signifikan.

Rekomendasi Teknologi dan Kebijakan

Climate Catalyst menyarankan beberapa langkah kunci:

  1. Transisi ke teknologi Electric Arc Furnace (EAF) menggunakan besi tua
  2. Adopsi Direct Reduction Iron (DRI) dengan hidrogen hijau
  3. Penguatan kebijakan Pengadaan Barang Ramah Lingkungan (GPP) untuk menciptakan permintaan domestik
  4. Peningkatan Standar Industri Hijau (SIH) dengan verifikasi pihak ketiga dan akuntansi emisi Lingkup 3

Tantangan dan Kebutuhan Investasi

Transisi ini membutuhkan belanja modal yang signifikan, terutama untuk fasilitas hidrogen hijau dan infrastruktur EAF. Tanpa dukungan pemerintah yang strategis, risiko investasi tetap tinggi bagi pelaku swasta. Pemerintah harus bertindak sebagai penjamin pasar untuk memastikan transisi yang mulus sambil menjaga daya saing industri.

Peluang dalam Transisi Hijau

Walaupun menantang, transisi hijau juga menghadirkan peluang:

  • Penciptaan lapangan kerja baru di teknologi hijau
  • Posisi yang lebih baik dalam rantai pasok global
  • Kepatuhan terhadap standar internasional yang muncul
  • Pengurangan ketergantungan pada proses intensif karbon
Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
9 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Industri BajaTransisi HijauRegulasi KarbonTeknologi Ramah Lingkungan

Key Events

1

CBAM Implementation

2

Green Technology Adoption

3

Industrial Policy Update

Timeline from 1 verified sources