Key insights and market outlook
Stok gula Indonesia diproyeksikan surplus 1,43 juta ton pada akhir 2025, memastikan konsumsi stabil selama liburan akhir tahun. Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa per 4 Desember 2025, stok yang tersedia mencapai 4 juta ton terhadap konsumsi tahunan yang diperkirakan 2,8 juta ton. Surplus ini menempatkan Indonesia pada posisi kuat memasuki 2026 dengan stok carryover.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengkonfirmasi bahwa stok gula Indonesia berada pada level aman menjelang liburan akhir tahun 2025, dengan proyeksi surplus signifikan. Per 4 Desember 2025, stok gula nasional mencapai 4 juta ton, cukup untuk memenuhi konsumsi tahunan yang diperkirakan 2,8 juta ton. Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menyatakan bahwa stok tersedia sebesar 1,67 juta ton pada Desember, terhadap konsumsi bulanan 230-250 ribu ton, akan menghasilkan surplus 1,43 juta ton pada akhir tahun.
Posisi stok yang kuat ini berasal dari produksi domestik yang tinggi dan stok carryover dari tahun sebelumnya. Produksi gula Indonesia untuk 2025 mencapai 2,67 juta ton, sementara stok carryover dari 2024 sebesar 1,38 juta ton, sehingga total stok tersedia mencapai 4 juta ton. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi permintaan tahunan sebesar 2,8 juta ton, menjaga stabilitas hingga akhir tahun dan memberikan fondasi kuat untuk 2025.
Surplus stok gula diperkirakan akan menjaga stabilitas pasar selama periode konsumsi puncak sekitar Natal dan Tahun Baru. Rinna Syawal menekankan bahwa level stok saat ini menunjukkan pengelolaan efektif komoditas pangan oleh pemerintah, khususnya gula yang merupakan bahan pokok penting di rumah tangga Indonesia. Keberhasilan menjaga stok ini kemungkinan besar akan mencegah volatilitas harga dan memastikan ketersediaan konsisten di berbagai saluran ritel.
Sugar Stockpile Surplus Confirmation
Food Commodity Stability Assurance