Key insights and market outlook
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan kini berwenang menyita dan menjual saham penunggak pajak yang diperdagangkan di pasar modal. Langkah ini bertujuan memastikan kepatuhan pajak dengan menargetkan aset signifikan yang dimiliki wajib pajak di pasar modal. Keputusan ini memasukkan saham sebagai bagian dari objek penagihan pajak untuk menjamin pelunasan utang pajak.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di bawah Kementerian Keuangan Indonesia kini memiliki kewenangan untuk menyita dan menjual saham milik penunggak pajak yang diperdagangkan di bursa efek. Perluasan kewenangan penagihan pajak ini menargetkan pemegang saham yang memiliki aset signifikan di pasar modal namun gagal memenuhi kewajiban pajak mereka.
Keputusan untuk memasukkan saham sebagai bagian dari objek penagihan pajak didasarkan pada nilai signifikan yang dapat diwakilkan oleh aset-aset ini. Menurut Rosmauli, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, banyak wajib pajak yang memiliki aset substansial dalam bentuk saham di pasar modal. Dengan memasukkan aset-aset ini dalam penagihan pajak, DJP bertujuan untuk memastikan bahwa utang pajak diselesaikan.
Kewenangan DJP untuk menyita dan menjual saham didasarkan pada prinsip hukum bahwa penagihan pajak dapat dilakukan terhadap aset apa pun yang dimiliki secara sah oleh wajib pajak. Langkah ini dipandang sebagai langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan pengumpulan pendapatan. Implementasi kebijakan ini kemungkinan akan melibatkan koordinasi erat antara DJP, Bursa Efek Indonesia, dan lembaga keuangan terkait.
Perkembangan ini memiliki implikasi signifikan bagi wajib pajak yang memegang saham dan sekuritas lain di pasar modal. Ini menekankan pentingnya menjaga kepatuhan pajak untuk menghindari konsekuensi serius, termasuk penyitaan aset. Bagi pasar modal, hal ini dapat menyebabkan peningkatan pengawasan terhadap kepemilikan saham dan transaksi yang melibatkan penunggak pajak.
Tax Authority Gains Power to Seize Shares
Expansion of Tax Collection Objects