Indonesia's Textile Industry Faces Financial Crisis Amid Import Competition and Credit Crunch
Back
Back
4
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedDec 23
Sources4 verified

Industri Tekstil RI Terpuruk, Imbas Persaingan Impor dan Kredit Macet

Tim Editorial AnalisaHub·23 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Industri tekstil Indonesia mengalami tekanan keuangan parah akibat persaingan impor yang meningkat dan kredit perbankan yang membatasi. Perusahaan seperti PT Mayer Indah Indonesia berjuang dengan tunggakan BPJS hampir Rp 1 miliar 1

4. Bank-bank, termasuk BUMN, semakin berhati-hati terhadap sektor ini dengan menyebut profil risiko tinggi 3.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Industri Tekstil Indonesia Menghadapi Badai Masalah Keuangan

Tekanan Ganda dari Impor dan Kredit Macet

Industri tekstil Indonesia mengalami tekanan keuangan berat akibat persaingan impor yang ketat dan akses kredit perbankan yang terbatas 1

3. Beberapa produsen tekstil, termasuk PT Mayer Indah Indonesia, berjuang mempertahankan operasional di tengah tekanan ganda ini. Situasi menjadi sangat sulit hingga perusahaan menunggak pembayaran BPJS hampir Rp 1 miliar 14.

Kewaspadaan Sektor Perbankan

Bank-bank, termasuk BUMN besar, semakin berhati-hati dalam memberikan kredit ke sektor tekstil. Manajemen PT Mayer Indah Indonesia melaporkan telah mendatangi lebih dari 20 bank untuk pinjaman modal kerja antara September dan Desember, namun semua ditolak 3

. Alasan utama adalah profil risiko industri yang tinggi dan kondisi keuangan yang tidak stabil. Bahkan hubungan perbankan jangka panjang lebih dari 15 tahun tidak menjamin pembiayaan, menunjukkan kerentanan keuangan sektor ini.

Indikator Tekanan Keuangan

Kesulitan keuangan terlihat dari beberapa indikator:

  1. Tunggakan BPJS: Perusahaan kesulitan mempertahankan pembayaran jaminan sosial karyawan
  2. Tantangan arus kas: Perusahaan menghabiskan tabungan sambil menghadapi biaya operasional
  3. Keterbatasan akses kredit: Bank semakin berhati-hati terhadap sektor tekstil
  4. Tekanan operasional: Perusahaan terpaksa mempertahankan operasional meski kesulitan keuangan

Intervensi Pemerintah

Kondisi ini telah menarik perhatian pemerintah, dengan perwakilan industri bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas potensi bantuan. Permintaan utama termasuk pembebasan denda tunggakan BPJS yang saat ini dikenakan bunga 2% per bulan 4

.

Implikasi Sektor

Krisis keuangan industri tekstil memiliki implikasi luas bagi sektor manufaktur dan ketenagakerjaan Indonesia. Dengan 387 karyawan yang terdampak di PT Mayer Indah Indonesia saja, efek domino dari kesulitan keuangan besar-besaran dapat signifikan 4

.

Sumber

  1. [Kontan - Industri Tekstil Makin Tercekik](
  2. [Kontan - Tunggakan BPJS Hampir Rp 1 Miliar](
  3. [Kontan - Banjir Impor dan Kredit Macet](
  4. [Detik Finance - Bos Tekstil Menjerit](
Original Sources

Story Info

Published
3 weeks ago
Read Time
16 min
Sources
4 verified

Topics Covered

TekstilKeuangan IndustriKredit PerbankanTunggakan BPJS

Key Events

1

Tunggakan BPJS Rp 1 Miliar

2

Penolakan Kredit Perbankan

3

Pertemuan dengan Menteri Keuangan

Timeline from 4 verified sources