Key insights and market outlook
Nilai ekspor timah Indonesia mencapai US$ 1,16 miliar (Rp 19,38 triliun) pada kuartal III 2025, naik 20% dibanding periode sama tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh harga timah global yang lebih tinggi, rata-rata antara US$ 30.000-US$ 34.000 per ton dan peningkatan produksi. Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) melaporkan pertumbuhan ini dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR.
Nilai ekspor timah Indonesia telah mencapai US$ 1,16 miliar (Rp 19,38 triliun) dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, menandai kenaikan signifikan sebesar 20% dibandingkan dengan US$ 922,1 juta pada periode yang sama di tahun 2024. Menurut Harwendro Adityo Dewanto, Ketua Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI), pertumbuhan ini terutama didorong oleh dua faktor utama: peningkatan tingkat produksi dan kenaikan harga timah global.
Harga timah global rata-rata telah berada di antara US$ 30.000 dan US$ 34.000 per ton, memberikan dorongan signifikan terhadap pendapatan ekspor Indonesia. Permintaan global yang kuat dan pasokan yang terbatas telah berkontribusi pada kenaikan harga ini, menguntungkan Indonesia sebagai salah satu produsen timah utama dunia. Harga yang lebih tinggi ini secara langsung berdampak pada pendapatan ekspor negara, sehingga menghasilkan pertumbuhan substansial yang diamati pada tahun 2025.
Peningkatan nilai ekspor timah ini menunjukkan posisi kuat Indonesia di pasar timah global. Pertumbuhan ini diharapkan memiliki implikasi positif bagi neraca perdagangan dan kinerja ekonomi secara keseluruhan. Industri timah memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, dan lonjakan nilai ekspor baru-baru ini menyoroti pentingnya komoditas ini sebagai salah satu yang utama.
Tin Export Value Increase
Global Tin Price Surge