Key insights and market outlook
Neraca perdagangan Indonesia mempertahankan surplus selama 66 bulan berturut-turut hingga Oktober 2025, mencapai $2,39 miliar. Prestasi ini menggarisbawahi kinerja ekspor yang kuat dan manajemen perdagangan yang efektif. Data ini dirilis oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers pada 1 Desember 2025.
Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 66 bulan berturut-turut hingga Oktober 2025, dengan surplus terbaru mencapai $2,39 miliar. Prestasi luar biasa ini diumumkan oleh Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, dalam konferensi pers pada 1 Desember 2025. Surplus yang konsisten sejak Mei 2020 ini menunjukkan ketahanan Indonesia dalam perdagangan global dan kemampuannya untuk mempertahankan neraca perdagangan positif meskipun ada tantangan ekonomi global.
Surplus perdagangan yang berkepanjangan ini memiliki implikasi signifikan bagi perekonomian Indonesia. Ini memperkuat cadangan devisa negara dan mendukung stabilitas Rupiah. Selain itu, hal ini mencerminkan daya saing ekspor Indonesia di pasar global, yang sangat penting untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Surplus perdagangan juga menunjukkan sektor perdagangan yang sehat, yang sangat vital bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Mempertahankan surplus perdagangan ini akan sangat penting bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Pemerintah dan otoritas terkait perlu terus menerapkan kebijakan perdagangan yang efektif dan mendukung industri yang berorientasi ekspor untuk mempertahankan tren positif ini. Selain itu, mengelola ketidakpastian ekonomi global dan beradaptasi dengan dinamika perdagangan yang berubah akan sangat penting bagi Indonesia untuk mempertahankan surplus perdagangannya di bulan-bulan mendatang.
Trade Surplus Record
Export Performance Update