Indonesia's Transportation and Warehousing Sector Projected to Contribute Rp1,500 Trillion to GDP
Back
Back
7
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 6
Sources1 verified

Sektor Transportasi dan Pergudangan RI Diproyeksi Sumbang Rp1.500 T ke PDB

Tim Editorial AnalisaHub·6 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa sektor transportasi dan pergudangan diproyeksikan menyumbang Rp1.500 triliun terhadap PDB nasional pada akhir 2025, atau sekitar 9% dari total PDB. Sektor ini tumbuh sebesar 8,62% pada Triwulan III-2025, menjadikannya kontributor keenam terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi. Meski tumbuh positif, biaya logistik Indonesia masih tinggi, yaitu 14,29% dari PDB pada 2022, dan menempati peringkat ke-63 dari 139 negara dalam Logistics Performance Index (LPI) 2023 versi World Bank.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Transportasi dan Pergudangan Indonesia Tumbuh Kuat

Kontribusi Signifikan terhadap PDB Nasional

Sektor transportasi dan pergudangan Indonesia diproyeksikan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara pada akhir 2025. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sektor ini diproyeksikan menyumbang Rp1.500 triliun terhadap PDB nasional, atau sekitar 9% dari total PDB. Proyeksi ini meningkat dibandingkan kontribusi tahun sebelumnya yang sebesar 8,69% pada 2024.

Pertumbuhan Kuat di Triwulan III-2025

Sektor ini menunjukkan pertumbuhan kuat pada triwulan ketiga 2025, dengan ekspansi sebesar 8,62%. Tingkat pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 8,52% dan melampaui tingkat pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor transportasi dan pergudangan menjadi kontributor keenam terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III-2025, yaitu sebesar 6,1% dari total pertumbuhan.

Tantangan Efisiensi Logistik

Meski menunjukkan pertumbuhan positif, Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan dalam efisiensi logistik. Pada tahun 2022, biaya logistik mencapai 14,29% dari PDB, yang tergolong tinggi dibandingkan standar internasional. Inefisiensi ini tidak hanya berdampak pada kinerja ekonomi domestik, tetapi juga mempengaruhi daya saing ekspor Indonesia di pasar global dengan meningkatkan biaya logistik.

Inisiatif Pemerintah untuk Memperkuat Logistik

Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah Indonesia mengambil langkah proaktif. Pemerintah saat ini sedang memproses Rancangan Peraturan Presiden tentang Penguatan Logistik Nasional, yang bertujuan menciptakan sistem logistik yang lebih efektif, efisien, dan berdaya saing global. Strategi ini mencakup tiga pilar utama:

  1. Pengembangan konektivitas infrastruktur
  2. Digitalisasi dan integrasi layanan
  3. Peningkatan kapasitas SDM dan penyedia jasa logistik

Ajakan Kolaborasi bagi Para Pemangku Kepentingan

Menteri Airlangga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan ini. Beliau mengajak inovasi dari sektor swasta, kemitraan global, dan masukan dari para profesional untuk mendukung upaya pemerintah. Menteri Airlangga menekankan bahwa transformasi sektor logistik membutuhkan upaya kolektif dan mengajak semua pemangku kepentingan untuk menjadi bagian dari perubahan besar ini.

Prospek Masa Depan

Pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan yang diproyeksikan ini membuka peluang bagi ekspansi ekonomi dan peningkatan efisiensi logistik. Dengan strategi komprehensif pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, Indonesia berupaya meningkatkan kinerja logistiknya dan memperkuat daya saing ekonominya di tingkat global.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
14 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Transportation Sector GrowthLogistics DevelopmentEconomic Contribution

Key Events

1

GDP Contribution Projection

2

Logistics Sector Growth

3

National Logistics Strengthening Initiative

Timeline from 1 verified sources