Key insights and market outlook
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penurunan premi asuransi unit-linked sebesar 17,57% year-on-year menjadi Rp30,67 triliun per September 2025. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengaitkan pergeseran ini dengan meningkatnya preferensi terhadap produk asuransi jiwa tradisional, yang kini mencapai sekitar 63% dari total pendapatan premi. Total premi asuransi komersial mencapai Rp246,34 triliun, tumbuh 0,38% year-on-year, didorong oleh pertumbuhan asuransi umum dan reasuransi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penurunan signifikan dalam premi asuransi unit-linked, atau PAYDI (Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi), untuk periode yang berakhir September 2025. Total pendapatan premi untuk produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi ini mencapai Rp30,67 triliun, mewakili penurunan 17,57% year-on-year. Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif PPDP OJK, mengaitkan penurunan ini dengan perubahan preferensi konsumen di pasar asuransi.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) telah mengamati pergeseran signifikan dalam perilaku konsumen menuju produk asuransi jiwa tradisional. Menurut Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif AAJI, asuransi jiwa tradisional kini mencapai sekitar 63% dari total pendapatan premi. Tren ini sejalan dengan pola yang diamati di pasar asuransi Asia yang lebih matang di mana produk tradisional biasanya mendominasi dengan pangsa pasar 80-90%.
Meski premi asuransi unit-linked menurun, sektor asuransi komersial secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan marginal. OJK melaporkan bahwa total premi asuransi komersial mencapai Rp246,34 triliun per September 2025, mewakili peningkatan 0,38% year-on-year. Pertumbuhan keseluruhan didorong oleh segmen yang berbeda dalam industri asuransi: premi asuransi jiwa mengalami kontraksi sebesar 2,06% year-on-year menjadi Rp132,85 triliun, sementara premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh sebesar 3,38% year-on-year menjadi Rp113,49 triliun.
Pergeseran ke arah produk asuransi tradisional mencerminkan perubahan preferensi dan nafsu risiko konsumen dalam lingkungan ekonomi saat ini. Industri asuransi kemungkinan perlu menyesuaikan penawaran produk dan strategi pemasaran untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang sambil menjaga stabilitas dan pertumbuhan keuangan.
Unit-Linked Premium Decline
Shift to Traditional Insurance Products
Commercial Insurance Market Growth