Indonesia's Unit-Linked Insurance Premiums Decline 17.57% as Traditional Policies Gain Favor
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Premi Asuransi Unit-Linked Indonesia Turun 17,57% seiring Meningkatnya Minat pada Polis Tradisional

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penurunan premi asuransi unit-linked sebesar 17,57% year-on-year menjadi Rp30,67 triliun per September 2025. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengaitkan pergeseran ini dengan meningkatnya preferensi terhadap produk asuransi jiwa tradisional, yang kini mencapai sekitar 63% dari total pendapatan premi. Total premi asuransi komersial mencapai Rp246,34 triliun, tumbuh 0,38% year-on-year, didorong oleh pertumbuhan asuransi umum dan reasuransi.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Pergeseran Pasar Asuransi Indonesia: Premi Unit-Linked Turun seiring Meningkatnya Polis Tradisional

Penurunan Signifikan Premi Asuransi Unit-Linked

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penurunan signifikan dalam premi asuransi unit-linked, atau PAYDI (Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi), untuk periode yang berakhir September 2025. Total pendapatan premi untuk produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi ini mencapai Rp30,67 triliun, mewakili penurunan 17,57% year-on-year. Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif PPDP OJK, mengaitkan penurunan ini dengan perubahan preferensi konsumen di pasar asuransi.

Meningkatnya Preferensi terhadap Asuransi Jiwa Tradisional

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) telah mengamati pergeseran signifikan dalam perilaku konsumen menuju produk asuransi jiwa tradisional. Menurut Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif AAJI, asuransi jiwa tradisional kini mencapai sekitar 63% dari total pendapatan premi. Tren ini sejalan dengan pola yang diamati di pasar asuransi Asia yang lebih matang di mana produk tradisional biasanya mendominasi dengan pangsa pasar 80-90%.

Kinerja Pasar Asuransi Secara Keseluruhan

Meski premi asuransi unit-linked menurun, sektor asuransi komersial secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan marginal. OJK melaporkan bahwa total premi asuransi komersial mencapai Rp246,34 triliun per September 2025, mewakili peningkatan 0,38% year-on-year. Pertumbuhan keseluruhan didorong oleh segmen yang berbeda dalam industri asuransi: premi asuransi jiwa mengalami kontraksi sebesar 2,06% year-on-year menjadi Rp132,85 triliun, sementara premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh sebesar 3,38% year-on-year menjadi Rp113,49 triliun.

Implikasi Pasar

Pergeseran ke arah produk asuransi tradisional mencerminkan perubahan preferensi dan nafsu risiko konsumen dalam lingkungan ekonomi saat ini. Industri asuransi kemungkinan perlu menyesuaikan penawaran produk dan strategi pemasaran untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang sambil menjaga stabilitas dan pertumbuhan keuangan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Insurance Market TrendsUnit-Linked InsuranceTraditional Life Insurance

Key Events

1

Unit-Linked Premium Decline

2

Shift to Traditional Insurance Products

3

Commercial Insurance Market Growth

Timeline from 1 verified sources