Key insights and market outlook
Industri modal ventura Indonesia mencatat laba Rp474,4 miliar di Kuartal III/2025, didorong oleh peningkatan valuasi portofolio investasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa pembiayaan modal ventura mencapai Rp16,29 triliun per September 2025, dengan aset total Rp26,76 triliun, menunjukkan pertumbuhan 2,33% YoY. OJK memproyeksikan pembiayaan modal ventura tumbuh 3-4% hingga akhir tahun.
Industri modal ventura Indonesia mencatat laba signifikan sebesar Rp474,4 miliar pada kuartal ketiga 2025, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kinerja keuangan positif ini terutama didorong oleh peningkatan valuasi portofolio investasi. Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, menyatakan bahwa industri modal ventura tetap selektif dalam menyalurkan dana di tengah berbagai tantangan yang dihadapi ekosistem startup.
Industri ini telah mengadopsi pendekatan hati-hati, fokus pada startup dengan model bisnis yang berkelanjutan. Strategi selektif ini mencerminkan kondisi pasar saat ini di mana investor lebih cenderung berinvestasi pada tahap lanjut karena model bisnis dan kesehatan finansial mereka yang lebih mapan. Eddi Danusaputro, Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo), mencatat bahwa investor saat ini lebih menyukai perusahaan yang lebih matang karena menawarkan keamanan lebih dalam hal model bisnis yang terbukti dan kesehatan finansial.
Meski ada tantangan, baik OJK maupun Amvesindo tetap optimis tentang prospek industri modal ventura hingga akhir 2025. OJK memproyeksikan pembiayaan modal ventura tumbuh sebesar 3-4% hingga akhir tahun. Per September 2025, pembiayaan modal ventura mencapai Rp16,29 triliun, menunjukkan penurunan tipis 0,24% month-on-month namun kenaikan 0,25% year-on-year. Total aset industri modal ventura mencapai Rp26,76 triliun, menandai pertumbuhan 2,33% YoY dari Rp26,15 triliun.
Laba industri modal ventura menunjukkan tren naik konsisten sejak Februari 2025, ketika tercatat laba Rp137 miliar. Laba terus meningkat menjadi Rp183 miliar di Maret, Rp315 miliar di Juni, dan akhirnya mencapai Rp474,4 miliar di September 2025. Trajektori pertumbuhan ini menunjukkan industri yang pulih dan beradaptasi dengan lanskap ekonomi saat ini.
Venture Capital Profit Surge
Selective Investment Strategy
Industry Growth Projection