Key insights and market outlook
Industri modal ventura Indonesia diproyeksikan mencapai fase yang lebih stabil dan matang pada 2026, menurut Amvesindo. Industri ini akan fokus pada sektor bernilai tambah tinggi seperti enterprise dan solusi B2B, termasuk software as a service (SaaS) dan solusi digital untuk efisiensi operasional bagi korporasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) memproyeksikan bahwa industri modal ventura Indonesia akan memasuki fase yang lebih stabil dan matang pada 2026. Menurut Novrizal Pratama, Kepala Bidang Media & Hubungan Masyarakat Amvesindo, industri ini diharapkan akan fokus pada investasi yang lebih terarah pada sektor bernilai tambah tinggi.
Industri modal ventura diprediksi akan terkonsentrasi pada sektor seperti solusi enterprise dan business-to-business (B2B), termasuk software as a service (SaaS) dan solusi digital yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasional bagi korporasi besar dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fokus strategis ini diharapkan dapat mendorong kematangan industri dengan mendorong inovasi dan mendukung pertumbuhan bisnis di sektor-sektor kritis ini.
Kematangan industri modal ventura yang diproyeksikan ini kemungkinan akan memiliki implikasi positif bagi ekosistem startup Indonesia. Dengan investasi yang lebih terarah, startup di sektor bernilai tinggi diharapkan akan menerima pendanaan yang diperlukan untuk berkembang dan berinovasi. Hal ini, pada gilirannya, dapat mengarah pada pengembangan bisnis yang lebih kuat dan kompetitif yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Venture Capital Industry Maturity Projection
Investment Focus Shift