Key insights and market outlook
Pengembang kawasan industri di Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam sembilan bulan pertama 2025 akibat investasi asing yang lemah dan ekspansi manufaktur yang tertunda. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melaporkan penurunan pendapatan 14,15% tahun-ke-tahun menjadi Rp 3,31 triliun pada Q3 2025, dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada perusahaan induk anjlok 97,17% YoY menjadi Rp6,46 miliar. Analis merekomendasikan pemilihan saham yang cermat di sektor ini.
Sektor pengembangan kawasan industri di Indonesia mengalami tantangan signifikan selama sembilan bulan pertama tahun 2025. Investasi asing yang lemah dan ekspansi manufaktur yang tertunda menjadi faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan bisnis di segmen ini. Perlambatan aktivitas investasi berdampak langsung pada kinerja perusahaan yang beroperasi di bidang ini.
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), pemain terkemuka di sektor pengembangan kawasan industri, melaporkan penurunan pendapatan 14,15% tahun-ke-tahun menjadi Rp 3,31 triliun untuk sembilan bulan yang berakhir pada September 2025. Yang lebih mengkhawatirkan adalah penurunan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan induk sebesar 97,17% YoY, yang turun menjadi Rp6,46 miliar. Penurunan profitabilitas yang substansial ini terutama disebabkan oleh renovasi besar-besaran di Paradisus by Meliá Bali (sebelumnya dikenal sebagai Meliá Bali Hotel), yang berdampak signifikan pada kinerja keuangan perusahaan selama periode tersebut.
Analis berhati-hati terhadap sektor kawasan industri karena kondisi pasar saat ini. Meskipun beberapa perusahaan mungkin menghadirkan peluang yang lebih baik daripada yang lain, investor disarankan untuk mengevaluasi pilihan investasi mereka dengan cermat. Dinamika pasar saat ini menunjukkan bahwa pemilihan saham akan sangat penting bagi investor yang ingin menavigasi lanskap yang menantang ini.
Revenue Decline in Industrial Estate Sector
Significant Profit Drop for SSIA