Key insights and market outlook
Harga logam industri menunjukkan pergerakan beragam dengan tembaga, nikel, dan timah melemah sementara aluminium naik tipis di tengah keterbatasan pasokan global. Tembaga turun 1,28% menjadi $12.720 per ton, timah melemah 2,28% ke $43.750 per ton, dan nikel turun 3,31% menjadi $17.155 per ton, sementara aluminium naik 0,18% ke $3.091 per ton. Analis mengaitkan penurunan harga dengan aksi ambil untung bukan perubahan fundamental karena pasokan tetap ketat.
Harga logam industri menunjukkan pergerakan beragam dalam sesi perdagangan terakhir. Tembaga, nikel, dan timah mengalami penurunan sementara aluminium berhasil naik tipis meskipun terjadi kelemahan pasar secara umum. Berdasarkan data Bloomberg, kontrak berjangka tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 1,28% menjadi $12.720 per ton pada 8 Januari 2026. Demikian pula, harga timah melemah 2,28% menjadi $43.750 per ton, dan nikel turun 3,31% menjadi $17.155 per ton. Sebaliknya, aluminium mencatat kenaikan скром 0,18% menjadi $3.091 per ton.
Analis dari Doo Financial Futures mengaitkan penurunan harga tembaga dan timah dengan aktivitas ambil untung setelah kenaikan harga sebelumnya, bukan karena perubahan signifikan dalam faktor fundamental pasar. Lukman Leong, analis di Doo Financial Futures, mencatat bahwa logam-logam tersebut tetap didukung oleh kondisi pasokan global yang ketat. Kenaikan kecil harga aluminium disebabkan oleh kendala pasokan yang terus berlanjut di pasar global.
Performa campuran pada logam industri mencerminkan interaksi kompleks antara sentimen pasar dan faktor pasokan fundamental. Meskipun aksi ambil untung menyebabkan koreksi harga jangka pendek pada beberapa logam, pasar secara keseluruhan tetap didukung oleh kondisi pasokan yang ketat. Investor dan pelaku pasar akan terus memantau pergerakan harga di masa depan dan perkembangan pasokan untuk mengukur arah pasar selanjutnya.
Industrial Metal Price Movement
Global Supply Constraints