Key insights and market outlook
Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengalami penurunan signifikan sebesar 23,38% ke level Rp 590 per saham pada 5 Januari 2026, setelah Bursa Efek Indonesia menetapkan harga teoritis untuk rights issue INET. Harga teoritis ditetapkan pada Rp 472,857 per saham, berdasarkan harga penutupan saham pada tanggal 2 Desember 2026, hari terakhir cum-date untuk rights issue.
Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengalami penurunan signifikan sebesar 23,38% ke level Rp 590 per saham pada 5 Januari 2026. Penurunan drastis ini terjadi setelah Bursa Efek Indonesia mengumumkan penentuan harga teoritis untuk rights issue INET pada Jumat, 2 Januari 2026.
Harga teoritis untuk rights issue INET ditetapkan pada Rp 472,857 per saham. Perhitungan ini didasarkan pada harga penutupan saham sebesar Rp 770 pada 2 Januari 2026, yang merupakan hari terakhir cum-date untuk rights issue. Perbedaan signifikan antara harga pasar dan harga teoritis kemungkinan besar berkontribusi pada penurunan tajam harga saham INET.
Rights issue adalah aksi korporasi yang memungkinkan pemegang saham existing untuk membeli saham tambahan pada harga tertentu. Diskon signifikan dari harga teoritis terhadap harga pasar mungkin memicu tekanan jual, yang berkontribusi pada penurunan harga saham. Investor harus mempertimbangkan dengan cermat implikasi aksi korporasi seperti ini terhadap portofolio investasinya.
Rights Issue Pricing
Significant Stock Price Decline