Key insights and market outlook
Sebuah kelompok investor yang berafiliasi dengan serikat pekerja menekan Amazon, Walmart, dan Alphabet dengan meminta informasi tentang potensi dampak kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump terhadap kinerja keuangan dan rantai pasok mereka. SOC Investment Group, yang memiliki kurang dari 1% saham di masing-masing perusahaan, mengirimkan surat pada Rabu, 17 Desember 2025, yang mengungkapkan kekhawatiran tentang dampak kebijakan Visa H-1B yang lebih ketat terhadap perusahaan-perusahaan besar AS ini.
SOC Investment Group, sebuah kelompok investor yang berafiliasi dengan serikat pekerja, telah menulis surat kepada perusahaan-perusahaan besar AS termasuk Amazon, Walmart, dan Alphabet. Mereka meminta klarifikasi tentang bagaimana kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump, terutama terkait Visa H-1B, dapat mempengaruhi kinerja keuangan dan operasional rantai pasok mereka. Langkah ini diambil seiring dengan kontroversi sikap pemerintahan terkait imigrasi.
Surat-surat tersebut dikirim pada Rabu, 17 Desember 2025, menunjukkan kekhawatiran kelompok investor ini terhadap potensi dampak kebijakan imigrasi yang lebih ketat terhadap operasional perusahaan-perusahaan tersebut. Meskipun hanya memiliki saham kurang dari 1% di masing-masing perusahaan, SOC Investment Group menggunakan pengaruhnya untuk mendorong transparansi mengenai potensi risiko yang terkait dengan iklim imigrasi saat ini.
Permintaan informasi ini menyoroti keresahan yang berkembang di kalangan investor tentang bagaimana perubahan kebijakan imigrasi AS, khususnya administrasi Visa H-1B, dapat berdampak pada korporasi besar. Visa ini sangat penting bagi industri teknologi dan lainnya yang sangat bergantung pada talenta asing. Hasil dari investigasi ini dapat mengungkapkan tingkat kesiapan perusahaan-perusahaan tersebut dalam mengurangi risiko yang terkait dengan perubahan kebijakan.
Investor Action on H-1B Visa Policy
Corporate Transparency Request