Key insights and market outlook
Pemerintah Iran telah membatasi akses internet secara ketat di tengah protes luas yang dipicu oleh inflasi yang melonjak. Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menuduh para pengunjuk rasa bertindak atas nama Presiden AS Donald Trump, memperingatkan agar warga tidak menjadi 'tentara bayaran asing'. Aksi protes ini meningkat menjadi demonstrasi terbesar dalam tiga tahun terakhir, dengan laporan beberapa korban jiwa di berbagai provinsi.
Iran secara efektif terputus dari jaringan internet global karena protes luas terus menyebar di seluruh negeri. Pemerintah telah memberlakukan pembatasan internet yang ketat, sehingga sulit bagi panggilan internasional untuk terhubung dan membatasi pembaruan di situs berita Iran. Beberapa penerbangan dibatalkan, dan infrastruktur komunikasi secara keseluruhan sangat terpengaruh.
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menuduh para pengunjuk rasa didukung oleh Presiden AS Donald Trump, mengisyaratkan campur tangan asing dalam kerusuhan domestik. Khamenei memperingatkan bahwa Teheran tidak akan mentolerir warga yang bertindak sebagai 'tentara bayaran asing', menekankan sikap pemerintah terhadap pengaruh eksternal dalam protes yang sedang berlangsung.
Protes, yang dimulai akhir bulan lalu, terutama didorong oleh inflasi yang melonjak dan kesulitan ekonomi. Demonstrasi ini berkembang menjadi yang terbesar dalam tiga tahun terakhir, dengan laporan bentrokan kekerasan dan beberapa korban jiwa yang didokumentasikan oleh organisasi hak asasi manusia di berbagai provinsi Iran.
Situasi ini menarik perhatian internasional, dengan keprihatinan yang muncul tentang respons pemerintah terhadap protes dan dampak pembatasan akses internet terhadap populasi. Tindakan pemerintah Iran mencerminkan pola yang lebih luas dalam menanggapi perbedaan pendapat dengan langkah-langkah kontrol yang ketat.
Protes Akibat Inflasi
Pembatasan Internet oleh Pemerintah Iran