Krisis Ekonomi Iran yang Semakin Parah dan Protes Massal
Gejolak Ekonomi dan Runtuhnya Mata Uang
Iran: sedang menghadapi krisis ekonomi parah pada awal 2026, ditandai dengan runtuhnya mata uang dan inflasi yang sangat tinggi 12. Nilai rial telah mencapai titik terendah terhadap dolar AS, dengan depresiasi sebesar 56% dalam enam bulan saja 1. Krisis mata uang ini telah menyebabkan kenaikan biaya hidup yang signifikan, dengan harga pangan meningkat 72% dibandingkan tahun lalu 1.
Protes Massal dan Kerusuhan Sipil
Kesulitan ekonomi telah memicu protes luas yang dimulai dengan para pedagang di Tehran yang menutup bisnis mereka pada 28 Desember 2025 2. Demonstrasi dengan cepat meningkat dan menyebar ke 17 dari 31 provinsi pada Malam Tahun Baru, menarik peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa dan warga biasa 23. Protes telah berubah menjadi kekerasan di beberapa daerah, dengan laporan bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan yang mengakibatkan beberapa korban jiwa 2.
Tanggapan Pemerintah dan Langkah Ekonomi
Sebagai respons terhadap meningkatnya kerusuhan, pemerintah Iran telah mengambil beberapa langkah, termasuk penunjukan gubernur bank sentral baru, Abdolnaser Hemmati, yang telah berjanji untuk memulihkan stabilitas ekonomi 1. Presiden Masoud Pezeshkian juga menekankan komitmen pemerintah terhadap reformasi ekonomi dan upaya pemberantasan korupsi 1. Namun, efektivitas langkah-langkah ini masih harus dilihat karena protes terus berlanjut.
Konteks Internasional dan Sanksi
Krisis ekonomi di Iran semakin diperumit oleh sanksi internasional terkait program nuklirnya 2. Dana Moneter Internasional (IMF) telah memproyeksikan inflasi akan tetap di atas 40% pada 2026, menyoroti sifat mendalam tantangan ekonomi Iran 2. Situasi ini diperburuk oleh ketergantungan Iran pada impor dan dampak isolasi ekonomi global.
Sumber
- [Detik Finance - Negara Kaya Minyak Dikepung Demo Besar-besaran](
- [Detik Finance - Awal 2026 yang Berat untuk Iran](
- [Detik Finance - Negara Kaya Minyak Riwayatmu Kini](