Krisis Ekonomi Iran Meningkat saat Mata Uang Mencapai Titik Terendah
Devaluasi Mata Uang dan Inflasi Tinggi
Iran sedang menghadapi krisis ekonomi berat karena mata uangnya, rial, telah mencapai titik terendah sepanjang masa terhadap dolar AS 14. Rial telah terdepresiasi sekitar 45% pada tahun 2025 saja 1, menciptakan tantangan besar bagi ekonomi Iran. Penurunan tajam ini menyebabkan kenaikan signifikan dalam biaya impor, termasuk barang-barang penting seperti gandum, minyak goreng, dan obat-obatan, yang pada gilirannya mendorong inflasi lebih tinggi 1.
Dampak Ekonomi dan Konsekuensi Sosial
Tingkat inflasi, terutama untuk pangan, telah melonjak hingga 70% secara tahunan menurut perkiraan Gavekal Research 2. Hal ini mengakibatkan kesulitan luas, dengan laporan yang menunjukkan bahwa separuh populasi Iran mengkonsumsi kurang dari standar 2.100 kalori per hari 1. Ketegangan ekonomi diperparah oleh tingginya pengangguran kaum muda yang mencapai 19,7%, dengan banyak pekerja dalam situasi pekerjaan yang tidak aman 3.
Penyebab dan Faktor Penyumbang
Beberapa faktor telah berkontribusi pada kesulitan ekonomi Iran. Dampak sanksi global yang berkelanjutan telah menjadi faktor signifikan, membatasi akses Iran ke pasar keuangan dan perdagangan internasional 1. Selain itu, salah urus ekonomi dan korupsi telah memperburuk situasi, dengan penanganan pemerintah terhadap ekonomi yang banyak dikritik 2. Kekeringan dan salah urus sumber daya air juga berperan, berdampak negatif pada produksi pangan domestik dan semakin menekan harga 2.
Respons Pemerintah dan Reaksi Pasar
Sebagai respons terhadap krisis, pemerintah Iran telah melakukan beberapa penyesuaian, seperti merevisi mekanisme subsidi bahan bakar pada Desember 2025, namun hal ini menyebabkan kenaikan harga lebih lanjut bagi rumah tangga dan bisnis 1. Upaya pemerintah untuk mengendalikan situasi dengan menghapus sistem pertukaran valuta asing NIMA juga memberikan hasil campuran, yang secara efektif memaksa importir dan eksportir untuk berdagang pada nilai tukar yang dinegosiasikan, yang telah menambah volatilitas mata uang 1.
Sumber
- [Detik Finance - Mata Uang Iran Berdarah-darah](
- [Detik Finance - Inflasi 70% Cekik Rakyat Iran](
- [Detik Finance - Bayangkan Beli Minyak Goreng di RI Harus Dicicil](
- [Detik Finance - Warga Iran Frustrasi Ekonominya Kacau Balau](