Key insights and market outlook
Israel secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara independen, menandai pengakuan pertama sejak Somaliland memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia lebih dari 30 tahun lalu. Langkah ini, yang diumumkan pada 26 Desember 2025, mendapat tentangan internasional yang kuat, termasuk kecaman dari Somalia, Turki, Arab Saudi, China, dan Uni Afrika. Amerika Serikat membela keputusan Israel selama pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, menuai kritik karena dianggap inkonsisten dalam sikap mereka terhadap pengakuan negara.
Keputusan Israel untuk mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat telah memicu kontroversi internasional yang signifikan. Pengumuman pada 26 Desember 2025 ini menandai pengakuan formal pertama terhadap kemerdekaan Somaliland sejak deklarasi pemisahan diri dari Somalia lebih dari tiga dekade lalu. Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi menyambut langkah ini sebagai "momen bersejarah".
Pengakuan ini langsung mendapat kecaman luas dari berbagai negara dan organisasi internasional. Somalia sangat mengecam keputusan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatannya. Negara-negara dan entitas lain yang menyatakan penolakan termasuk Turki, Arab Saudi, China, Uni Afrika, dan kelompok Houthi di Yaman. China secara khusus menyatakan bahwa tidak ada negara yang boleh mendukung gerakan separatis demi kepentingan politik.
Amerika Serikat mengambil sikap tak terduga dengan membela keputusan Israel selama pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. Pembelaan ini menuai kritik terkait konsistensi posisi AS dalam pengakuan negara, terutama jika dibandingkan dengan respons mereka terhadap deklarasi kemerdekaan lainnya. Akibat diplomatik dari pengakuan ini terus berkembang, dengan potensi implikasi bagi hubungan internasional dan stabilitas regional di Tanduk Afrika.