Key insights and market outlook
Pengusaha ritel dan UMKM di Jakarta mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta dan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta untuk menghapus beberapa ketentuan dalam Rancangan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Ranperda KTR). Perubahan yang diminta termasuk menghapus larangan display rokok dan mengizinkan penjualan rokok di area aktivitas ekonomi seperti pasar, restoran, dan hotel, mengikuti arahan dari Kementerian Dalam Negeri.
Pengusaha ritel dan UMKM yang beroperasi di Jakarta mendesak anggota DPRD dan pejabat pemerintah untuk merevisi beberapa aspek Rancangan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (Ranperda KTR) untuk ibu kota. Ranperda ini saat ini sedang dipertimbangkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta dan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
Komunitas bisnis, yang diwakili oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Modern Indonesia (Aprindo), secara khusus meminta penghapusan ketentuan-ketentuan yang mereka yakini tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Salah satu masalah utama adalah larangan menampilkan rokok di lingkungan ritel. Menurut John Ferry, Wakil Ketua Aprindo, ketentuan ini telah ditandai untuk dihapus mengikuti arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kementerian Dalam Negeri telah memfasilitasi diskusi antara para pemangku kepentingan dan telah merekomendasikan penyesuaian pada beberapa pasal dalam rancangan peraturan. Intervensi mereka telah mendukung posisi komunitas bisnis, karena Aprindo berpendapat bahwa saran-saran kementerian tersebut sejalan dengan peraturan pemerintah pusat. Hasil fasilitasi ini dipandang sebagai validasi terhadap kekhawatiran sektor ritel dan diharapkan membawa bobot signifikan dalam proses legislasi yang sedang berlangsung.
Hasil dari peninjauan regulasi ini akan memiliki implikasi signifikan bagi bisnis yang beroperasi di Jakarta, terutama yang berada di sektor ritel dan perhotelan. Jika perubahan yang diusulkan diadopsi, hal ini dapat mengurangi tekanan regulasi pada bisnis sambil tetap menjaga tujuan kesehatan masyarakat. Situasi ini menyoroti keseimbangan terus-menerus antara kepentingan ekonomi dan kekhawatiran kesehatan masyarakat dalam lingkungan regulasi Jakarta yang terus berkembang.
Proposed Regulation Changes for Smoke-Free Zones
Business Community Advocacy