Key insights and market outlook
Pemerintah Jakarta berencana melanjutkan proyek normalisasi Sungai Ciliwung di tahun 2026, dengan sisa 16 km dari total 33 km. Proyek ini merupakan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian PU. Normalisasi ini bertujuan mengurangi banjir dan kemacetan di Jakarta, dengan Pemprov Jakarta bertanggung jawab atas pembebasan lahan dan Kementerian PU menangani pembangunan tanggul.
Pemerintah Jakarta berencana melanjutkan proyek normalisasi Sungai Ciliwung di tahun 2026, dengan 16 km dari total 33 km yang belum diselesaikan. Proyek ini merupakan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Pekerjaan Umum. Normalisasi ini bertujuan mengurangi banjir dan kemacetan di Jakarta dengan memperbaiki aliran sungai dan infrastruktur terkait.
Proyek normalisasi ini melibatkan dua komponen utama: pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur. Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab atas pembebasan lahan, sementara Kementerian PU akan menangani pembangunan tanggul dan infrastruktur lainnya. Hingga saat ini, 17 km dari total panjang sungai telah dinormalisasi, meninggalkan 16 km yang masih perlu dikerjakan.
Proses pembebasan lahan saat ini sedang berlangsung dan diharapkan selesai pada awal 2026. Setelah pembebasan lahan selesai, Kementerian PU akan memulai pekerjaan konstruksi. Pemprov Jakarta juga berencana menormalisasi Kali Krukut, sungai lain yang berkontribusi pada masalah banjir di Jakarta.
Penyelesaian proyek normalisasi Sungai Ciliwung diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di Jakarta secara signifikan, sehingga meningkatkan infrastruktur dan kondisi hidup di kota tersebut. Proyek ini merupakan bagian dari upaya lebih luas oleh Pemprov Jakarta untuk mengatasi tantangan lingkungan dan infrastruktur kota.
Ciliwung River Normalization Continuation
Jakarta Infrastructure Development