Key insights and market outlook
Penjualan parsel Natal di Pasar Kembang Cikini, Jakarta, mengalami penurunan signifikan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Para pedagang melaporkan permintaan yang lesu, dengan beberapa penjual mengalami penjualan terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Perlambatan ini berdampak pada parsel makanan dan barang pecah belah, meskipun pedagang memiliki strategi berbeda untuk mengelola stok yang tidak terjual.
Para pedagang parsel Natal di Pasar Kembang Cikini, Jakarta, mengalami penurunan signifikan dalam penjualan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pasar yang biasanya ramai selama periode ini kini ditandai dengan lalu lintas pelanggan yang tipis dan transaksi yang menurun 1
Pedagang parsel makanan menghadapi tantangan khusus karena ketentuan tanggal kedaluwarsa. Agus, seorang penjual yang menjual parsel makanan dan barang pecah belah, menjelaskan bahwa ia dengan hati-hati memilih produk dengan tanggal kedaluwarsa yang lebih panjang untuk memungkinkan penjualan kembali selama periode hari raya mendatang seperti Ramadan atau Idul Fitri 1
Sebaliknya, pedagang yang terutama menjual barang pecah belah seperti gelas dan piring melaporkan lebih sedikit masalah dengan stok yang tidak terjual karena produk ini tidak kedaluwarsa atau basi. Nendi, pedagang lain, mencatat bahwa meskipun penjualannya lebih lambat daripada tahun-tahun sebelumnya, ia berhasil menjual sekitar 10 parsel setelah 20 Desember 2025 2
Penurunan penjualan parsel mencerminkan kondisi ekonomi yang lebih luas dan perubahan perilaku konsumen. Para pedagang beradaptasi dengan manajemen inventaris strategis dan seleksi produk. Lesunya pasar saat ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh bisnis tradisional selama musim liburan.
Christmas Sales Slump
Retail Demand Decline