Key insights and market outlook
Tukang jahit keliling di Jakarta menghadapi tantangan besar karena pendapatan harian mereka merosot drastis dari Rp200.000-300.000 menjadi Rp50.000 pada hari sepi. Penurunan ini disebabkan oleh perubahan perilaku konsumen dan tekanan ekonomi. Meskipun bekerja dalam waktu lama, banyak tukang jahit yang berjuang untuk menutupi biaya dasar, dengan beberapa hari yang berakhir tanpa pendapatan bersih setelah dikurangi biaya operasional.
Tukang jahit keliling yang beroperasi di sepanjang jalan Jakarta mengalami penurunan signifikan dalam pendapatan harian mereka. Apa yang dulunya merupakan mata pencaharian yang layak kini menjadi perjuangan karena pesanan pelanggan yang menurun dan tekanan ekonomi yang meningkat. Tukang jahit, yang telah menjalankan usaha mereka selama bertahun-tahun, kini harus bekerja dalam waktu lama hanya untuk pulang tanpa uang pada banyak hari.
Realitas ekonomi bagi tukang jahit ini sangat sulit. Pendapatan harian telah merosot dari Rp200.000-300.000 sebelum pandemi menjadi serendah Rp50.000 pada hari sepi. Bahkan pada hari sibuk, pendapatan jarang melebihi Rp200.000. Pendapatan kotor ini hampir tidak cukup untuk menutupi biaya operasional harian mereka, termasuk makanan dan bahan seperti benang dan oli mesin.
Tukang jahit menghadapi banyak tantangan dalam menjaga mata pencaharian mereka. Pendapatan kotor seringkali tidak cukup untuk ditabung atau diinvestasikan dalam usaha mereka. Pada hari-hari sepi, beberapa tukang jahit melaporkan bahwa mereka harus puasa agar bisa menghemat uang untuk biaya penting seperti sewa. Situasi ini semakin rumit karena tukang jahit bukanlah pekerja bergaji tetapi pemilik usaha kecil, membuat situasi keuangan mereka semakin tidak pasti.
Penurunan pendapatan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari tukang jahit. Banyak yang berjuang untuk mengirim uang kembali ke keluarga di daerah, tugas yang semakin sulit dengan penurunan pendapatan. Ketegangan finansial terlihat dalam perjuangan harian mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar, menyoroti tantangan ekonomi yang lebih luas yang dihadapi oleh pekerja sektor informal di perkotaan Indonesia.
Decline in Street Tailors' Earnings
Impact of Economic Pressures on Informal Sector