Key insights and market outlook
PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) berencana untuk meningkatkan impor Grandparent Stock (GPS) dari Amerika Serikat dan Selandia Baru pada 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia protein hewani di tengah meningkatnya permintaan, terutama dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Direktur Utama Janu Putra, Sri Mulyani, menyatakan bahwa bisnis unggas saat ini sedang berkembang berkat harga live bird yang stabil didukung oleh kebijakan pemerintah, termasuk penetapan Harga Patokan Peternak (HPP) yang meringankan beban peternak.
PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM), perusahaan unggas Indonesia, berencana untuk meningkatkan impor Grandparent Stock (GPS) dari Amerika Serikat dan Selandia Baru pada 2026. Keputusan strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perusahaan dalam memenuhi permintaan protein hewani yang meningkat di Indonesia, terutama dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah dan diharapkan dapat meningkatkan konsumsi makanan bergizi.
Direktur Utama Janu Putra, Sri Mulyani, menekankan bahwa bisnis unggas saat ini mengalami pertumbuhan signifikan. Tren positif ini disebabkan oleh stabilisasi harga live bird, yang didukung oleh intervensi pemerintah. Penetapan Harga Patokan Peternak (HPP) untuk live bird telah memberikan keringanan bagi peternak, menciptakan lingkungan yang lebih stabil bagi industri ini.
Dengan rencana peningkatan impor GPS, Janu Putra memposisikan diri untuk memanfaatkan permintaan produk unggas yang meningkat. Strategi perusahaan ini sejalan dengan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat melalui program MBG. Seiring dengan perkembangan industri unggas, langkah Janu Putra ini diharapkan dapat memperkuat posisi pasar perusahaan dan berkontribusi pada tujuan ketahanan pangan nasional.
Grandparent Stock Import Plan
Poultry Business Expansion