Key insights and market outlook
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) melonjak ke level tertinggi dalam hampir tiga dekade pada hari perdagangan pertama tahun 2026, didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kelanjutan kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BOJ). Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik 5,5 basis poin menjadi 2,125%, level tertinggi sejak Februari 1999, sementara imbal hasil obligasi tenor 2 tahun meningkat 2,5 basis poin ke 1,195%, tertinggi sejak Agustus 1996. Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran investor bahwa suku bunga acuan BOJ pada akhirnya bisa melampaui konsensus pasar sebesar 1,5%, terutama karena yen masih melemah terhadap dolar AS.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) mengalami lonjakan signifikan pada hari perdagangan pertama tahun 2026, mencapai level tertinggi dalam hampir tiga dekade. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik 5,5 basis poin menjadi 2,125%, level tertinggi sejak Februari 1999. Demikian pula, imbal hasil obligasi tenor 2 tahun meningkat 2,5 basis poin menjadi 1,195%, tertinggi sejak Agustus 1996, berdasarkan data Japan Bond Trading.
Kenaikan tajam imbal hasil JGB terutama didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kelanjutan kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BOJ). Investor semakin khawatir bahwa suku bunga acuan BOJ pada akhirnya bisa melampaui konsensus pasar saat ini sebesar 1,5%. Kekhawatiran ini diperparah dengan melemahnya yen terhadap dolar AS, menambah kegelisahan pasar tentang penyesuaian kebijakan moneter di masa depan.
Lonjakan imbal hasil JGB mencerminkan dinamika pasar yang lebih luas dan sentimen investor terhadap kebijakan moneter Jepang. Ketika BOJ mempertimbangkan penyesuaian suku bunga lebih lanjut, dampaknya terhadap pasar keuangan domestik dan internasional tetap signifikan. Hubungan antara imbal hasil JGB dan tren pasar global menggarisbawahi keterkaitan sistem keuangan modern.
JGB Yield Increase
BOJ Rate Hike Expectations