Key insights and market outlook
Jepang mengusulkan amendemen terhadap undang-undang penyaringan investasi asing, memberikan otoritas kekuasaan untuk memaksa investor asing melepas saham secara retroaktif jika dinilai berisiko terhadap keamanan nasional atau ekonomi. Langkah ini bertujuan melindungi perusahaan dan rantai pasokan strategis, terutama dari investor China 1
Jepang berencana memperkenalkan perubahan signifikan pada regulasi investasi asing, memungkinkan otoritas untuk memerintahkan investor asing melepas kepemilikan saham secara retroaktif jika mereka dinilai berisiko terhadap keamanan nasional atau ekonomi. Langkah ini mewakili pergeseran besar dalam lanskap investasi Jepang, terutama menargetkan investor China yang semakin aktif di pasar Jepang 1
Meski regulasi baru ini terkesan restriktif, sebagian besar ahli percaya bahwa regulasi ini tidak akan secara signifikan mempengaruhi aktivitas M&A di Jepang. Yohsuke Higashi, pengacara M&A di Mori Hamada & Matsumoto, menyatakan bahwa "kecuali bagi investor China yang mungkin dikategorikan berisiko tinggi, perubahan ini tidak akan secara umum menghalangi M&A atau investasi langsung lainnya pada perusahaan Jepang." 1
Pemerintah Jepang telah memperketat kontrol terhadap investasi asing sejak 2017 ketika perusahaan China diwajibkan bekerja sama dengan lembaga intelijen negaranya. Pergeseran regulasi ini muncul seiring Jepang mengalami aktivitas pasar saham tertinggi dan meningkatnya minat investor asing setelah reformasi tata kelola perusahaan.
Aturan baru ini mencerminkan keseimbangan Jepang antara menjaga keterbukaan investasi dan melindungi keamanan ekonominya. Sementara arus investasi asing meningkat 45% menjadi $33 miliar tahun lalu menurut data LSEG, pemerintah sangat khawatir tentang akuisisi strategis oleh entitas asing.
Seperti yang diamati Nicholas Benes, pendiri Board Director Training Institute of Japan, "Niat Jepang adalah mencegah perusahaan China mengakuisisi perusahaan dan teknologi terbaik Jepang." 1
Perubahan yang diusulkan ini mewakili evolusi signifikan dalam proses penyaringan investasi Jepang, menandai pendekatan yang lebih tegas terhadap keamanan ekonomi sambil tetap menjaga sikap yang ramah terhadap investasi asing secara umum.
Foreign Investment Screening Law Amendment
Retroactive Divestment Authority Introduction