Key insights and market outlook
PT Asuransi Jasindo Syariah memprioritaskan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan sukuk korporasi berkualitas tinggi untuk portofolio investasi 2026, dengan alasan stabilitas dan kepatuhan syariah. Perusahaan asuransi ini bertujuan untuk menyeimbangkan keamanan, likuiditas, dan imbal hasil sambil tetap mematuhi prinsip syariah. Pergeseran strategis ini mencerminkan fokus perusahaan pada instrumen dengan volatilitas rendah yang dapat mendukung kewajiban keuangan jangka panjang.
PT Asuransi Jasindo Syariah melakukan penyesuaian strategis dalam pendekatan investasi untuk tahun 2026, dengan fokus yang lebih tinggi pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan sukuk korporasi berkualitas tinggi. Menurut Wahyudi, Sekretaris Jasindo Syariah, instrumen-instrumen ini menawarkan campuran yang seimbang antara keamanan, kepatuhan syariah, dan imbal hasil yang stabil, sehingga ideal untuk mendukung kewajiban keuangan jangka panjang perusahaan.
Keputusan untuk memprioritaskan SBSN dan sukuk korporasi didorong oleh volatilitas yang rendah dan imbal hasil yang dapat diprediksi. Wahyudi menekankan bahwa instrumen-instrumen ini lebih disukai karena kemampuannya memberikan arus pendapatan yang stabil sambil tetap mematuhi prinsip syariah. Perusahaan juga mempertahankan alokasi yang terukur pada deposito syariah dan reksa dana pasar uang syariah untuk memastikan likuiditas dan fleksibilitas dalam merespons dinamika pasar.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa hingga Oktober 2025, kinerja investasi perusahaan asuransi dan reasuransi syariah mencapai Rp2,73 triliun, mewakili 13,8% dari total investasi rata-rata tahun tersebut. Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, mengungkapkan bahwa SBSN mendominasi portofolio investasi sebesar 43,0%, diikuti oleh saham (19,2%), deposito (16,6%), reksa dana (12,1%), dan sukuk korporasi (8,8%).
Erwin Noekman, seorang pakar asuransi syariah, mencatat bahwa SBSN tetap menjadi instrumen investasi yang disukai di industri asuransi karena imbal hasil yang menarik dan relatif aman. Ia membandingkannya dengan investasi saham yang dianggap lebih fluktuatif dan rentan terhadap ketidakpastian makroekonomi dan politik.
Dengan fokus pada SBSN dan sukuk korporasi, Jasindo Syariah bertujuan untuk mencapai portofolio investasi yang seimbang yang selaras dengan kerangka manajemen risiko. Strategi ini diharapkan dapat mendukung stabilitas keuangan perusahaan dan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban jangka panjang sambil tetap mematuhi prinsip syariah.
Investment Portfolio Adjustment
Shariah Compliance Focus