Jasindo Syariah Shifts Focus to SBSN and Corporate Sukuk for 2026 Investment Portfolio
Back
Back
4
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 14
Sources1 verified

Jasindo Syariah Fokus pada SBSN dan Sukuk Korporasi untuk Portofolio Investasi 2026

Tim Editorial AnalisaHub·14 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

PT Asuransi Jasindo Syariah memprioritaskan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan sukuk korporasi berkualitas tinggi untuk portofolio investasi 2026, dengan alasan stabilitas dan kepatuhan syariah. Perusahaan asuransi ini bertujuan untuk menyeimbangkan keamanan, likuiditas, dan imbal hasil sambil tetap mematuhi prinsip syariah. Pergeseran strategis ini mencerminkan fokus perusahaan pada instrumen dengan volatilitas rendah yang dapat mendukung kewajiban keuangan jangka panjang.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Jasindo Syariah Prioritaskan SBSN dan Sukuk Korporasi untuk Strategi Investasi 2026

Pergeseran Strategis dalam Portofolio Investasi

PT Asuransi Jasindo Syariah melakukan penyesuaian strategis dalam pendekatan investasi untuk tahun 2026, dengan fokus yang lebih tinggi pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan sukuk korporasi berkualitas tinggi. Menurut Wahyudi, Sekretaris Jasindo Syariah, instrumen-instrumen ini menawarkan campuran yang seimbang antara keamanan, kepatuhan syariah, dan imbal hasil yang stabil, sehingga ideal untuk mendukung kewajiban keuangan jangka panjang perusahaan.

Alasan di Balik Pilihan Investasi

Keputusan untuk memprioritaskan SBSN dan sukuk korporasi didorong oleh volatilitas yang rendah dan imbal hasil yang dapat diprediksi. Wahyudi menekankan bahwa instrumen-instrumen ini lebih disukai karena kemampuannya memberikan arus pendapatan yang stabil sambil tetap mematuhi prinsip syariah. Perusahaan juga mempertahankan alokasi yang terukur pada deposito syariah dan reksa dana pasar uang syariah untuk memastikan likuiditas dan fleksibilitas dalam merespons dinamika pasar.

Konteks dan Tren Industri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa hingga Oktober 2025, kinerja investasi perusahaan asuransi dan reasuransi syariah mencapai Rp2,73 triliun, mewakili 13,8% dari total investasi rata-rata tahun tersebut. Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, mengungkapkan bahwa SBSN mendominasi portofolio investasi sebesar 43,0%, diikuti oleh saham (19,2%), deposito (16,6%), reksa dana (12,1%), dan sukuk korporasi (8,8%).

Wawasan dari Pakar

Erwin Noekman, seorang pakar asuransi syariah, mencatat bahwa SBSN tetap menjadi instrumen investasi yang disukai di industri asuransi karena imbal hasil yang menarik dan relatif aman. Ia membandingkannya dengan investasi saham yang dianggap lebih fluktuatif dan rentan terhadap ketidakpastian makroekonomi dan politik.

Implikasi untuk Jasindo Syariah

Dengan fokus pada SBSN dan sukuk korporasi, Jasindo Syariah bertujuan untuk mencapai portofolio investasi yang seimbang yang selaras dengan kerangka manajemen risiko. Strategi ini diharapkan dapat mendukung stabilitas keuangan perusahaan dan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban jangka panjang sambil tetap mematuhi prinsip syariah.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Shariah InvestmentInsurance Investment StrategySBSN and Sukuk

Key Events

1

Investment Portfolio Adjustment

2

Shariah Compliance Focus

Timeline from 1 verified sources