Key insights and market outlook
Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan di balik pembangunan infrastruktur agresif pemerintahannya selama menjadi presiden dari 2019 hingga 2024. Jokowi menekankan bahwa membangun ekonomi kuat bagi 280 juta penduduk Indonesia membutuhkan infrastruktur dasar yang solid. Ia menyoroti investasi pada jalan, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik, dan jaringan digital sebagai krusial bagi pembangunan ekonomi.
Presiden Joko Widodo telah berbagi perspektifnya tentang mengapa pemerintahannya memprioritaskan pembangunan infrastruktur sepanjang masa jabatannya sebagai presiden dari 2019 hingga 2024. Berbicara di Bloomberg New Economy Forum 2025, Jokowi menekankan bahwa menciptakan ekonomi kuat bagi 280 juta penduduk Indonesia membutuhkan tulang punggung infrastruktur yang kuat.
Jokowi menjelaskan bahwa pertanyaan awalnya ketika menjadi presiden adalah bagaimana membangun ekonomi kuat bagi populasi sebesar itu. Ia menyimpulkan bahwa tidak ada jalan pintas menuju pembangunan ekonomi tanpa terlebih dahulu membangun infrastruktur dasar. Presiden menyoroti bahwa pemerintahannya telah fokus membangun jalan, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik, dan jaringan digital karena dianggap sebagai prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi.
Strategi pembangunan infrastruktur presiden ini didasarkan pada pemahaman bahwa tanpa infrastruktur dasar yang kuat, sebuah negara tidak dapat mencapai kemajuan ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan komprehensif terhadap pembangunan infrastruktur ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kegiatan ekonomi dan pembangunan nasional jangka panjang.
Infrastructure Development Strategy
Economic Development Initiative