Key insights and market outlook
Planet Jupiter akan terlihat lebih terang pada akhir Desember 2025 karena Bumi berada di antara Matahari dan Jupiter, menciptakan peristiwa astronomi yang dikenal sebagai oposisi. Fenomena ini terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Jupiter, membuat Jupiter terlihat di langit malam dengan kecerahan maksimum. Peristiwa ini diperkirakan berlanjut hingga awal 2026, memberikan pemandangan spektakuler bagi pengamat bintang.
Pada akhir Desember 2025, pengamat langit dapat menyaksikan planet Jupiter bersinar lebih terang dari biasanya. Peristiwa langit ini disebabkan oleh fenomena yang dikenal sebagai oposisi dalam istilah astronomi. Oposisi terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Jupiter, membuat Jupiter terlihat di langit malam dengan kecerahan maksimum.
Selama oposisi, Jupiter terlihat lebih terang karena dua alasan utama: kedekatan dengan Bumi dan iluminasi penuh oleh Matahari. Ketika Jupiter berada dalam oposisi, ia berada pada titik terdekat dengan Bumi dalam orbitnya, membuatnya terlihat lebih besar dan terang. Selain itu, karena Bumi berada di antara Matahari dan Jupiter, planet ini sepenuhnya diterangi oleh Matahari, mirip seperti bulan purnama, sehingga terlihat sepanjang malam.
Fenomena oposisi bukan hanya tontonan visual tetapi juga merupakan waktu ideal bagi astronom untuk mengamati Jupiter. Selama periode ini, Jupiter berada pada titik paling terlihat, menjadikannya kesempatan emas bagi pengamat bintang amatir maupun astronom profesional untuk mengamati detail planet, seperti pita awan dan bulan-bulannya.
Peristiwa ini diperkirakan berlanjut hingga awal 2026, memberikan jendela waktu yang panjang untuk pengamatan. Pengamat langit disarankan untuk memanfaatkan periode ini untuk menyaksikan kecerahan Jupiter dan mengeksplorasi fitur-fiturnya melalui teleskop atau teropong.