Key insights and market outlook
PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah berhasil mengimplementasikan teknologi face recognition di 22 stasiun dengan 67 jalur, sehingga menghemat biaya sebesar Rp375 juta melalui pengurangan penggunaan tiket kertas. Teknologi ini telah digunakan oleh 10,23 juta penumpang antara Januari dan November 2025, yang secara signifikan meningkatkan kecepatan akses ke peron kereta.
PT Kereta Api Indonesia (Persero), perusahaan kereta api milik negara Indonesia, telah mencapai penghematan biaya yang substansial dan efisiensi operasional melalui implementasi teknologi face recognition di berbagai stasiun. Teknologi ini, yang diterapkan di 22 stasiun besar yang mencakup 67 jalur berbeda, telah menghasilkan pengurangan signifikan dalam penggunaan tiket kertas, yaitu sebanyak 25.576 rol yang setara dengan penghematan moneter sebesar Rp375 juta.
Sistem face recognition telah mengalami adopsi masal di kalangan penumpang, dengan total 10.230.218 pengguna yang tercatat antara Januari dan November 2025. Menurut Anne Purba, Wakil Presiden Komunikasi Korporat KAI, teknologi ini tidak hanya mengurangi biaya operasional tetapi juga secara signifikan meningkatkan kecepatan akses ke peron kereta. Peningkatan ini sangat penting selama periode perjalanan puncak, seperti liburan dan musim liburan besar.
Implementasi teknologi ini merupakan bagian penting dari persiapan KAI untuk periode lalu lintas tinggi, terutama selama musim liburan (Nataru). Dengan proyeksi peningkatan perjalanan di berbagai kota besar, sistem face recognition diharapkan memainkan peran vital dalam mengelola volume penumpang yang meningkat secara efisien. Dengan menyederhanakan proses akses, KAI bertujuan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar sambil menjaga efisiensi operasional.
Face Recognition Implementation
Cost Savings Achievement