Key insights and market outlook
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempertimbangkan untuk mengoperasikan KRL Commuter Line selama 24 jam sehari setelah usulan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa meskipun perluasan jam operasional akan meningkatkan pelayanan pelanggan, perusahaan perlu mengevaluasi kelayakan operasional secara cermat. Keputusan ini dikoordinasikan dengan Kemenhub, untuk menyeimbangkan kebutuhan pelanggan dengan kompleksitas operasional.
PT Kereta Api Indonesia (KAI), perusahaan kereta api milik negara, telah didekati dengan gagasan untuk mengoperasikan KRL Commuter Line selama 24 jam sehari. Usulan ini, yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), bertujuan untuk meningkatkan layanan transportasi publik di Jakarta. Manajemen KAI saat ini sedang menilai kelayakan rencana ini.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menekankan bahwa perpanjangan jam operasional KRL memerlukan evaluasi komprehensif. Meskipun jam layanan yang lebih panjang dapat sangat menguntungkan para komuter, terutama mereka yang bekerja hingga larut malam atau memiliki jam kerja tidak teratur, KAI harus mempertimbangkan berbagai aspek operasional. Ini termasuk kesiapan infrastruktur, jadwal pemeliharaan, dan manajemen personel.
Keputusan untuk mengimplementasikan operasi KRL 24 jam sedang dibuat dalam koordinasi erat dengan Kemenhub. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap perubahan pada kerangka operasional saat ini selaras dengan kebijakan dan regulasi transportasi yang lebih luas. Bobby Rasyidin menekankan bahwa KAI berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan pelanggan sambil menjaga efisiensi operasional dan standar keselamatan.
Mengoperasikan KRL selama 24 jam dapat memiliki implikasi signifikan bagi KAI dan pelanggannya. Di satu sisi, ini dapat meningkatkan sistem transportasi publik Jakarta, memberikan fleksibilitas lebih besar bagi komuter. Di sisi lain, ini akan memerlukan penyesuaian substansial dalam hal alokasi sumber daya, termasuk staf tambahan dan potensi peningkatan infrastruktur untuk mendukung operasi terus-menerus.
Potential 24-Hour KRL Operation Proposal
KAI Operational Assessment