Key insights and market outlook
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 69,79 juta ton volume angkutan barang di tahun 2025, meningkat 0,85% dibandingkan tahun 2024. Angkutan batubara mendominasi total volume sebesar 82,4%, diikuti komoditas lain seperti ritel, peti kemas, semen, BBM, dan pupuk. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan di berbagai segmen komoditas.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mencapai tonggak penting dalam layanan angkutan barangnya, dengan total volume mencapai 69.791.691 ton di tahun 2025. Ini merupakan peningkatan sebesar 0,85% dari total tahun sebelumnya yang sebesar 69.201.670 ton. Pertumbuhan volume angkutan ini didorong oleh berbagai komoditas termasuk ritel, peti kemas, batubara, semen klinker, BBM, pupuk, hasil perkebunan, dan komoditas lainnya.
Angkutan batubara tetap menjadi tulang punggung bisnis angkutan barang KAI, menyumbang 82,4% dari total volume dengan 57.522.994 ton diangkut selama tahun tersebut. Dominasi ini menggarisbawahi peran penting batubara dalam sektor energi Indonesia dan signifikansi strategis KAI dalam mendukung kebutuhan logistik industri tersebut.
Meski batubara tetap menjadi komoditas utama, layanan angkutan barang KAI menunjukkan portofolio yang terdiversifikasi melayani berbagai industri. Pengangkutan komoditas lain seperti barang ritel, peti kemas, semen, BBM, dan pupuk berkontribusi pada pertumbuhan keseluruhan. Diversifikasi ini membantu KAI menjaga bisnis angkutan barang yang kuat meskipun terjadi fluktuasi di pasar komoditas individual.
Peningkatan volume angkutan mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan permintaan industri di berbagai sektor. Kemampuan KAI menangani berbagai jenis kargo memposisikan perusahaan sebagai penyedia infrastruktur kritis dalam jaringan transportasi Indonesia. Performa perusahaan di segmen angkutan barang sangat menonjol mengingat lingkungan ekonomi yang menantang dan menunjukkan ketahanan operasionalnya.
Peningkatan Volume Angkutan Barang
Dominasi Angkutan Batubara