Key insights and market outlook
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memulai produksi pada Maret 2026. Dengan total luas 10.000-13.000 hektare, potensi produksi garam mencapai 2 juta ton per tahun. KKP hanya akan menggarap 2.000 hektare sebagai model percontohan, sisanya akan ditawarkan kepada investor.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara aktif mempromosikan pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan total luas 10.000-13.000 hektare, K-SIGN memiliki potensi produksi garam mencapai 2 juta ton per tahun. KKP menargetkan produksi dimulai pada Maret 2026 dan menawarkan 8.000 hektare lahan kepada investor untuk pengembangan fasilitas produksi garam.
KKP akan menggarap 2.000 hektare dari K-SIGN sebagai proyek percontohan untuk menunjukkan kelayakan produksi garam di daerah tersebut. Sisanya, 8.000 hektare, akan ditawarkan kepada investor, memberikan kesempatan bagi sektor swasta untuk berpartisipasi dalam pengembangan industri garam. Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara, kesempatan investasi di K-SIGN sangat signifikan, dengan potensi menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
KKP Offers 8,000 Ha of Land for Salt Production
Targeting Production Start in March 2026