Key insights and market outlook
Krakatau Steel (KRAS) menerima pinjaman pemegang saham senilai Rp 4,9 triliun dari Danantara Asset Management (DAM) untuk mendukung restrukturisasi dan pemulihan bisnis. Dana akan digunakan untuk modal kerja (Rp 4,18 triliun) dan program pengunduran diri sukarela (Rp 725 miliar). Dukungan keuangan ini sangat krusial untuk menjaga kelangsungan operasional dan mendukung program restrukturisasi utang yang efektif sejak Oktober 2025.
Krakatau Steel (KRAS), produsen baja milik negara, menerima suntikan keuangan signifikan melalui pinjaman pemegang saham senilai Rp 4,9 triliun dari Danantara Asset Management (DAM) 1
Fasilitas pinjaman akan dialokasikan ke dua area utama: kebutuhan modal kerja (Rp 4,18 triliun) dan inisiatif restrukturisasi (Rp 725 miliar) 2
Suntikan modal kerja sangat krusial untuk menjaga kapasitas produksi dan kelangsungan operasi manufaktur Krakatau Steel. Dengan memperkuat likuiditas, perusahaan dapat mengelola rantai pasokan lebih baik dan menjaga jadwal produksi, yang penting untuk memenuhi komitmen pelanggan dan menstabilkan arus pendapatan.
Sisa dana Rp 725 miliar akan digunakan untuk mendukung upaya restrukturisasi melalui program pengunduran diri sukarela (Golden Handshake) dan restrukturisasi dana pensiun. Inisiatif ini dirancang untuk mengoptimalkan tenaga kerja dan kewajiban keuangan perusahaan, menciptakan struktur operasional yang lebih berkelanjutan untuk pertumbuhan masa depan.
Pinjaman pemegang saham ini sangat signifikan karena menunjukkan komitmen manajemen perusahaan dan pemegang saham utama terhadap implementasi rencana restrukturisasi yang sukses. Dukungan keuangan dari Danantara Asset Management dipandang krusial untuk menghadapi tantangan industri baja sambil memposisikan Krakatau Steel untuk peluang pertumbuhan di masa depan.
Rencana restrukturisasi yang diajukan ke BP BUMN pada 20 November 2025 mendapat persetujuan pada 2 Desember 2025 2
Shareholder Loan Agreement
Restructuring Plan Approval