Legal Risks in Oil and Gas Procurement Highlighted, Potential Criminal Implications
Back
Back
5
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Risiko Hukum Pengadaan Migas Disorot, Berpotensi Pidana

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Proses pengadaan hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia menghadapi potensi risiko hukum, terutama jika persetujuan diberikan dengan melanggar ketentuan. Mantan Kepala BP Migas Kardaya Warnika menekankan bahwa SKK Migas memikul tanggung jawab penuh atas persetujuan pengadaan. Jika persetujuan ini melanggar aturan, regulator menghadapi risiko pidana bukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Peringatan ini muncul saat SKK Migas memperkuat integritas melalui kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Risiko Hukum Pengadaan Migas Disorot

Tanggung Jawab Regulasi Ditekankan

Proses pengadaan hulu minyak dan gas bumi di Indonesia sedang diawasi ketat karena potensi risiko hukum yang terkait dengan prosedur persetujuan. Kardaya Warnika, praktisi migas senior dan mantan Kepala BP Migas, menekankan bahwa SKK Migas memegang tanggung jawab penuh atas persetujuan pengadaan. Pernyataan Warnika menggarisbawahi bahwa jika persetujuan ini dibuat dengan melanggar peraturan, risiko pidana akan menimpa regulator, bukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Penguatan Integritas dalam Proses Pengadaan

Peringatan ini muncul ketika SKK Migas secara aktif bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat integritas dalam tata kelola. Warnika menekankan bahwa semua keputusan terkait barang impor, barang bekas, dan komponen cost recovery harus mematuhi peraturan yang berlaku. Ia mencontohkan kasus kontroversial seperti Jokotole sebagai contoh di mana KKKS hanya bertindak sebagai pelaksana ketika SKK Migas memberikan persetujuan.

Implikasi Ketidakpatuhan

Implikasi hukum dari persetujuan yang tidak patuh dapat sangat serius, berpotensi merupakan tindakan pidana korupsi. Warnika menjelaskan bahwa selama SKK Migas memberikan persetujuan, keputusan ada di tangan regulator. Akibatnya, jika persetujuan ini bertentangan dengan kerangka peraturan, konsekuensi hukum dapat meluas ke ranah pertanggungjawaban pidana.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
8 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Oil and Gas RegulationProcurement ComplianceLegal Risks in Energy Sector

Key Events

1

Regulatory Compliance Warning in Oil and Gas Procurement

2

SKK Migas Integrity Enhancement through KPK Cooperation

Timeline from 1 verified sources