Key insights and market outlook
PT Link Net Tbk (LINK) melaporkan peningkatan kerugian yang signifikan pada Q3 2025, dengan rugi bersih sebesar Rp 1,02 triliun, naik 28,24% dari Rp 801,54 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan kerugian ini terutama disebabkan oleh lonjakan tajam pada beban jaringan dan biaya amortisasi. Kinerja keuangan ini menunjukkan tantangan dalam operasional dan manajemen biaya perusahaan.
PT Link Net Tbk (LINK), penyedia layanan internet dan TV kabel, melaporkan peningkatan kerugian yang signifikan pada kuartal ketiga 2025. Perusahaan mencatat rugi bersih sebesar Rp 1,02 triliun per September 2025, naik 28,24% dibandingkan kerugian Rp 801,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan yang dirilis pada platform pengungkapan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa faktor utama di balik peningkatan kerugian ini adalah lonjakan signifikan pada beban jaringan dan biaya amortisasi. Peningkatan biaya operasional ini berdampak negatif pada laba perusahaan, mengakibatkan kerugian yang lebih besar dari yang diharapkan untuk periode tersebut.
Peningkatan substansial dalam beban jaringan menunjukkan bahwa Link Net menghadapi tantangan dalam memelihara atau memperluas infrastruktur jaringannya. Selain itu, kenaikan biaya amortisasi mengindikasikan potensi investasi dalam aset atau akuisisi yang diamortisasi dari waktu ke waktu. Faktor-faktor ini bersama-sama berkontribusi pada tekanan keuangan perusahaan.
Kerugian yang dilaporkan menyoroti kesulitan yang dihadapi Link Net dalam mengelola biaya operasional sambil mempertahankan kualitas layanan. Sebagai pemain utama di sektor telekomunikasi Indonesia, kesehatan keuangan perusahaan ini dipantau secara ketat oleh investor dan analis industri. Peningkatan kerugian yang signifikan dapat mendorong perusahaan untuk mengevaluasi kembali strategi manajemen biaya dan efisiensi operasional.
Q3 2025 Loss Report
Increase in Network Expenses
Rise in Amortization Costs