Link Net's Losses Surge as Network Costs and Amortization Rise Sharply
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedDec 6
Sources1 verified

Kerugian Link Net Membengkak, Beban Jaringan dan Amortisasi Naik Tajam

Tim Editorial AnalisaHub·6 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

PT Link Net Tbk (LINK) melaporkan peningkatan kerugian yang signifikan pada Q3 2025, dengan rugi bersih sebesar Rp 1,02 triliun, naik 28,24% dari Rp 801,54 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan kerugian ini terutama disebabkan oleh lonjakan tajam pada beban jaringan dan biaya amortisasi. Kinerja keuangan ini menunjukkan tantangan dalam operasional dan manajemen biaya perusahaan.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Kerugian Link Net Membengkak di Q3 2025

Peningkatan Kerugian yang Signifikan

PT Link Net Tbk (LINK), penyedia layanan internet dan TV kabel, melaporkan peningkatan kerugian yang signifikan pada kuartal ketiga 2025. Perusahaan mencatat rugi bersih sebesar Rp 1,02 triliun per September 2025, naik 28,24% dibandingkan kerugian Rp 801,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Faktor Penyebab Meningkatnya Kerugian

Laporan keuangan yang dirilis pada platform pengungkapan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa faktor utama di balik peningkatan kerugian ini adalah lonjakan signifikan pada beban jaringan dan biaya amortisasi. Peningkatan biaya operasional ini berdampak negatif pada laba perusahaan, mengakibatkan kerugian yang lebih besar dari yang diharapkan untuk periode tersebut.

Tantangan Operasional

Peningkatan substansial dalam beban jaringan menunjukkan bahwa Link Net menghadapi tantangan dalam memelihara atau memperluas infrastruktur jaringannya. Selain itu, kenaikan biaya amortisasi mengindikasikan potensi investasi dalam aset atau akuisisi yang diamortisasi dari waktu ke waktu. Faktor-faktor ini bersama-sama berkontribusi pada tekanan keuangan perusahaan.

Dampak pada Kinerja Keuangan

Kerugian yang dilaporkan menyoroti kesulitan yang dihadapi Link Net dalam mengelola biaya operasional sambil mempertahankan kualitas layanan. Sebagai pemain utama di sektor telekomunikasi Indonesia, kesehatan keuangan perusahaan ini dipantau secara ketat oleh investor dan analis industri. Peningkatan kerugian yang signifikan dapat mendorong perusahaan untuk mengevaluasi kembali strategi manajemen biaya dan efisiensi operasional.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
9 min
Sources
1 verified
Related Stocks
LINK

Topics Covered

Financial PerformanceTelecommunicationsOperational Challenges

Key Events

1

Q3 2025 Loss Report

2

Increase in Network Expenses

3

Rise in Amortization Costs

Timeline from 1 verified sources