Key insights and market outlook
Peneliti LPEM UI, Teuku Riefky, memprediksikan inflasi November 2025 akan menurun menjadi 2,70%-2,75% YoY, turun dari 2,86% pada bulan Oktober. Penurunan ini disebabkan oleh normalisasi harga emas setelah lonjakan sebelumnya yang telah mendorong inflasi lebih tinggi. Stabilnya harga komoditas emas telah mengurangi tekanan inflasi.
LPEM UI Memprediksi Penurunan Inflasi November 2025
Teuku Riefky, Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di Lembaga Riset LPEM UI, memproyeksikan bahwa tingkat inflasi Indonesia pada November 2025 akan mengalami penurunan tahun-ke-tahun (YoY) dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Rentang inflasi yang diprediksi adalah 2,70% hingga 2,75% YoY, yang merupakan penurunan dari inflasi Oktober yang tercatat sebesar 2,86% YoY.
Penurunan inflasi yang diantisipasi terutama disebabkan oleh normalisasi harga emas. Pada bulan sebelumnya, lonjakan harga emas telah berkontribusi pada inflasi yang lebih tinggi. Namun, dengan stabilnya harga komoditas emas, tekanan pada inflasi menjadi lebih ringan. Perkembangan ini diharapkan menghasilkan lingkungan inflasi yang lebih terkendali untuk November 2025.
Penurunan inflasi yang diproyeksikan ke dalam rentang yang diprediksi dapat memiliki implikasi signifikan bagi keputusan kebijakan moneter. Tingkat inflasi yang stabil dalam rentang target memberikan fleksibilitas bagi bank sentral dalam mengelola suku bunga dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Prakiraan ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi dikelola secara efektif, berkontribusi pada lingkungan makroekonomi yang lebih stabil.
Inflation Rate Forecast for November 2025
Normalization of Gold Prices Impacting Inflation