Key insights and market outlook
Perusahaan besar Indonesia dalam indeks LQ45 menunjukkan sikap hati-hati dalam belanja modal (capex) hingga kuartal ketiga 2025. PT Astra International (ASII) telah menggunakan 48,84% dari anggaran capex Rp 26 triliun, dengan fokus pada investasi strategis di peralatan berat dan pemeliharaan infrastruktur. Pendekatan hati-hati ini mencerminkan lingkungan bisnis yang menantang dan upaya perusahaan untuk menyeimbangkan pertumbuhan dengan kehati-hatian finansial.
Perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ45 Indonesia menunjukkan pendekatan hati-hati terhadap belanja modal (capex) hingga kuartal ketiga 2025. PT Astra International Tbk (ASII), salah satu konglomerat terbesar di Indonesia, merupakan contoh dari tren ini. Hingga September 2025, Astra International telah menggunakan sekitar Rp 12,7 triliun atau 48,84% dari total anggaran capex Rp 26 triliun untuk tahun tersebut.
Pemanfaatan capex oleh Astra International telah difokuskan pada beberapa area kunci: pembelian peralatan berat untuk divisi United Tractors, pemeliharaan pabrik dan pelabuhan untuk Astra Agro Lestari, dan renovasi fasilitas dealer. Menurut Windy Riswantyo, Kepala Komunikasi Korporat Astra International, perusahaan terus memantau kondisi bisnis saat ini dengan cermat dan menyesuaikan rencana realisasi capex-nya.
Grup Astra mempertahankan pendekatan hati-hati dalam pengambilan keputusan investasi, dengan mengevaluasi secara cermat peluang ekspansi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Sikap hati-hati ini mencerminkan lingkungan bisnis yang menantang dan komitmen perusahaan untuk menyeimbangkan inisiatif pertumbuhan dengan kehati-hatian finansial. Pendekatan strategis terhadap manajemen capex ini kemungkinan akan menjadi tema umum di antara perusahaan LQ45 lainnya yang menghadapi kondisi pasar serupa.
Capex Utilization Report Q3 2025
Strategic Investment Decisions