Key insights and market outlook
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, memimpin rapat koordinasi untuk mempercepat agenda riset ketahanan pangan nasional. Rapat yang berlangsung pada 7 Januari 2026 merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya riset terintegrasi untuk kemandirian pangan nasional. Pihak-pihak penting seperti BRIN, BPOM, dan berbagai lembaga riset lainnya turut serta dalam rapat untuk menyinkronkan upaya dan menghilangkan pendekatan sektoral.
Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), memimpin rapat koordinasi penting pada 7 Januari 2026 untuk mempercepat agenda riset ketahanan pangan nasional. Rapat tersebut mempertemukan para pemangku kepentingan utama termasuk Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan pimpinan lembaga riset lainnya.
Rapat tingkat tinggi ini merupakan respons langsung terhadap arahan Presiden Prabowo baru-baru ini selama retreat di Hambalang, di mana beliau menekankan pentingnya riset terintegrasi sebagai fondasi kemandirian pangan nasional. Presiden Prabowo menekankan bahwa inisiatif riset tidak lagi boleh lambat atau beroperasi secara sektoral.
Luhut menyoroti pesan jelas Presiden bahwa pendekatan terpadu di semua lembaga riset sangat penting. Beliau menekankan bahwa lembaga-lembaga seperti BRIN, IPB, UGM, IT Del, dan TSTH2 perlu bekerja sama secara sinergis. Upaya terkoordinasi ini bertujuan menciptakan lompatan besar dalam ketahanan pangan nasional melalui integrasi riset yang komprehensif.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengatasi ketahanan pangan melalui riset ilmiah dan inovasi. Dengan menyatukan berbagai entitas riset di bawah agenda terpadu, Indonesia bertujuan memperkuat kemandirian pangannya dan berpotensi menjadi lebih tangguh terhadap fluktuasi pasar pangan global.
National Food Security Meeting
Research Coordination Initiative