Key insights and market outlook
Lebih dari 57.000 warga Malaysia melepaskan kewarganegaraan dan pindah ke Singapura antara tahun 2020 dan 2025, menyumbang 93,78% dari total keberangkatan. Tren ini menunjukkan 10.000 warga Malaysia meninggalkan kewarganegaraan setiap tahun, terutama didorong oleh faktor ekonomi dan keluarga. Perempuan merupakan kelompok terbesar, dengan 35.356 wanita melepaskan kewarganegaraan mereka.
Tren migrasi signifikan telah muncul ketika 57.315 warga Malaysia memilih untuk melepaskan kewarganegaraan dan pindah ke Singapura antara tahun 2020 dan 2025, mewakili 93,78% dari total 61.116 warga Malaysia yang meninggalkan kewarganegaraan selama periode ini. Fenomena ini menyoroti daya tarik Singapura sebagai tujuan bagi migran Malaysia. Data menunjukkan bahwa rata-rata 10.000 warga Malaysia meninggalkan kewarganegaraan mereka setiap tahun, menunjukkan arus yang konsisten dan substansial.
Rincian demografis menunjukkan bahwa perempuan adalah kelompok dominan, dengan 35.356 wanita melepaskan kewarganegaraan Malaysia, melebihi jumlah laki-laki. Perbedaan gender ini menunjukkan bahwa perempuan memainkan peran penting dalam tren migrasi ini. Faktor utama di balik migrasi ini, seperti yang dijelaskan oleh Badrul Hisham Alias, Direktur Jenderal Departemen Pendaftaran Nasional Malaysia, adalah faktor ekonomi dan pertimbangan keluarga.
Setelah Singapura, tujuan paling populer berikutnya bagi warga Malaysia yang meninggalkan kewarganegaraan mereka adalah Australia (2,15%) dan Brunei Darussalam (0,97%). Angka-angka ini menggarisbawahi daya tarik Singapura yang kuat di kalangan warga Malaysia yang ingin pindah. Preferensi kuat terhadap Singapura dapat dikaitkan dengan pasar kerja yang kuat dan peluang pendapatan yang lebih tinggi, yang memfasilitasi proses memperoleh kewarganegaraan Singapura bagi pekerja Malaysia yang sudah bekerja di sana.
Tren migrasi ini memiliki implikasi signifikan bagi Malaysia dan Singapura. Bagi Malaysia, hilangnya warga negara yang terampil dan usia kerja dapat berdampak pada pembangunan ekonomi dan keseimbangan demografi negara. Bagi Singapura, masuknya warga Malaysia berkontribusi pada tenaga kerja kosmopolitan dan berpotensi memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja. Tren ini juga mencerminkan dinamika regional yang lebih luas dan peluang ekonomi di Asia Tenggara.
Malaysian Citizenship Renunciation Surge
Migration to Singapore