Key insights and market outlook
Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) menyesuaikan strategi investasinya akibat penurunan suku bunga dan pengurangan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di 2025. Dana pensiun ini kini fokus pada instrumen jangka pendek seperti deposito berjangka dan Surat Berharga Negara (SBN) tenor menengah dan panjang sembari terus memantau peluang pasar.
Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) telah memodifikasi strategi penempatan investasinya sebagai respons terhadap pergerakan suku bunga yang dinamis dan pengurangan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sepanjang 2025. Menurut Abdul Hadie, Direktur Utama DPBM, tren penurunan suku bunga berpotensi menekan imbal hasil SRBI, mendorong dana pensiun ini untuk diversifikasi portofolio investasi jangka pendeknya.
Meskipun SRBI tetap menjadi pilihan investasi yang dipertimbangkan, DPBM kini menekankan instrumen jangka pendek lainnya seperti deposito berjangka dan Surat Berharga Negara (SBN) tenor menengah dan panjang. Pergeseran strategis ini sejalan dengan profil manajemen risiko dan profil manfaat peserta pensiun. Keputusan ini mencerminkan pendekatan proaktif dalam mengelola investasi di lingkungan suku bunga yang berubah.
DPBM tetap waspada dalam memantau pergerakan pasar, khususnya dalam konteks fluktuasi suku bunga dan peluang imbal hasil. Dana pensiun ini diposisikan untuk memanfaatkan kondisi pasar yang menguntungkan sambil mempertahankan pendekatan risiko yang terukur. Strategi adaptif ini memungkinkan DPBM untuk mengoptimalkan return investasi sejalan dengan kewajiban jangka panjangnya kepada peserta pensiun.
Investment Strategy Adjustment
Short-term Investment Diversification