Key insights and market outlook
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah mendapatkan persetujuan untuk program buyback saham senilai Rp1,17 triliun setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 25 Maret 2025. Analis menilai langkah ini sebagai sinyal positif bagi investor, terutama karena valuasi bank saat ini masih di bawah satu standar deviasi dari rata-rata rasio price-to-book lima tahun sebesar 1,57x. Meskipun buyback ini terutama ditujukan untuk mendukung Employee Stock Ownership Plan (ESOP), namun diharapkan memiliki dampak psikologis positif terhadap kepercayaan investor.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), bank BUMN terbesar di Indonesia, telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk program buyback saham senilai Rp1,17 triliun setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 25 Maret 2025. Langkah strategis ini dipandang sebagai sinyal positif bagi investor, terutama karena bank ini sedang menghadapi kondisi ekonomi yang menantang di tahun 2025 yang berdampak pada sektor perbankan.
Frederik Rasali, analis dari Artha Sekuritas Indonesia, mencatat bahwa valuasi Bank Mandiri saat ini menarik dengan price-to-book value (PBV) sebesar 1,57x, yang berada di bawah satu standar deviasi dari rata-rata lima tahun. Tingkat valuasi ini terakhir terlihat selama pandemi COVID-19 pada akhir 2021, menunjukkan bahwa saham tersebut saat ini undervalued. Program buyback diharapkan memiliki dampak psikologis positif bagi investor, sehingga berpotensi meningkatkan kepercayaan terhadap saham bank.
Tujuan utama buyback adalah untuk mendukung program Employee Stock Ownership Plan (ESOP) bank. Dengan melakukan pembelian kembali saham, Mandiri dapat mengakomodasi kebutuhan ESOP secara efektif. Meskipun dampak langsung bersifat psikologis, pengurangan jumlah saham beredar dapat menyebabkan peningkatan laba per saham (EPS), membuat saham lebih menarik bagi investor.
Sektor perbankan menghadapi tantangan besar di tahun 2025 karena tekanan ekonomi. Meskipun ada tantangan tersebut, buyback ini menandakan kepercayaan manajemen terhadap fundamental bank. Investor disarankan untuk memantau pelaksanaan program buyback, termasuk dana yang dialokasikan dan harga pembelian, karena faktor-faktor ini akan menentukan dampak keseluruhan terhadap metrik keuangan perusahaan.
Share Buyback Approval
ESOP Support