Key insights and market outlook
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) telah memberikan pinjaman sebesar US$51 juta kepada anak usahanya, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), yang bergerak di bidang penambangan bijih nikel. Perjanjian pinjaman yang efektif mulai 12 Desember 2025 ini akan mendukung kebutuhan korporasi umum, belanja modal, dan modal kerja SCM. Dukungan finansial ini memperkuat komitmen MBMA terhadap pertumbuhan dan pengembangan operasional anak usahanya di industri nikel.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), pemain penting di sektor bahan baterai Indonesia, telah mengumumkan komitmen finansial signifikan kepada anak usahanya, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Perusahaan ini telah memberikan fasilitas pinjaman hingga US$51 juta kepada SCM, yang khusus bergerak di bidang penambangan bijih nikel.
Perjanjian pinjaman antara MBMA dan SCM ditandatangani dan efektif mulai 12 Desember 2025. Sebagai kreditur, MBMA akan memberikan dukungan finansial kepada SCM, debitur, untuk berbagai kebutuhan operasional. Jumlah pinjaman dapat mencapai US$51 juta atau setara dalam mata uang lain. Dana tersebut akan digunakan untuk keperluan korporasi umum, termasuk namun tidak terbatas pada pengeluaran modal dan kebutuhan modal kerja SCM.
Dukungan finansial ini menunjukkan komitmen kuat MBMA dalam mendukung pertumbuhan dan pengembangan anak usahanya. Dengan menyediakan sumber daya finansial yang substansial, MBMA memastikan bahwa SCM memiliki dana yang diperlukan untuk melaksanakan operasi bisnisnya secara efektif. Pinjaman ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional SCM dan berkontribusi pada kinerja keseluruhan grup Merdeka Battery Materials.
Transaksi ini menyoroti pentingnya nikel dalam industri bahan baterai Indonesia. Sebagai komponen kunci dalam produksi baterai, nikel tetap menjadi sumber daya kritis bagi sektor kendaraan listrik (EV) yang berkembang. Investasi MBMA pada SCM menggarisbawahi fokus strategis perusahaan pada pengamanan dan pengembangan sumber daya nikel untuk memenuhi permintaan meningkat yang didorong oleh transisi global menuju solusi energi bersih.
$51 Million Loan to Subsidiary
Financial Support for Nickel Operations