MNC Bank and Nobu Bank Merger Plans Officially Cancelled by OJK
Back
Back
4
Impact
3
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Rencana Merger MNC Bank dan Bank Nobu Resmi Dibatalkan OJK

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi mengakhiri rencana merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) pada November 2025. Merger yang diumumkan pertama kali pada Februari 2023 ini dimaksudkan untuk membantu kedua bank memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun. Pembatalan ini mengikuti perkembangan signifikan termasuk akuisisi 40% saham NOBU oleh Hanwha Life Insurance, yang mengubah struktur kepemilikan dan membuat merger semakin tidak feasible.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Rencana Merger MNC Bank dan Bank Nobu Dibatalkan Setelah Hampir Tiga Tahun

Latar Belakang dan Rencana Awal

Rencana merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) pertama kali diumumkan pada Februari 2023. Kedua bank berjuang untuk memenuhi ketentuan modal minimum Rp3 triliun sebagaimana diatur dalam POJK 12/2020. Merger dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat basis modal dan meningkatkan daya saing di sektor perbankan Indonesia.

Perkembangan dan Tantangan

Pada Maret 2023, kedua bank mengonfirmasi proses merger sedang berjalan dengan penandatanganan perjanjian awal. Total aset gabungan kedua bank diperkirakan mencapai Rp37,9 triliun berdasarkan laporan keuangan Januari 2023. Meski awalnya optimis, proses merger menghadapi tantangan signifikan terutama terkait struktur kepemilikan dan arah bisnis pasca-merger.

Perkembangan Penting yang Mengarah pada Pembatalan

  1. Akuisisi Hanwha Life Insurance: Pada perkembangan signifikan, Hanwha Life Insurance Co., Ltd. mengakuisisi saham 40% NOBU di 2025, menjadi pemegang saham terbesar. Akuisisi ini mengubah dinamika kepemilikan dan mengurangi kemungkinan merger.
  2. Peran OJK: OJK terus memantau proses merger dan bahkan mempertimbangkan kemungkinan merger paksa jika bank gagal mencapai kesepakatan.
  3. Stagnasi Proses Merger: Meski target awal merger Agustus 2023, proses terhambat oleh ketidaksepakatan antara pemegang saham utama kedua bank, termasuk Hary Tanoesoedibjo dan James Riady.

Pembatalan Resmi dan Arah Masa Depan

Pada 22 November 2025, OJK resmi mengumumkan pembatalan rencana merger. OJK meminta kedua bank fokus pada target pertumbuhan individu dan memperkuat struktur modal melalui penyuntikan modal tambahan atau mengundang investor strategis baru. Keputusan ini menandai akhir dari hampir tiga tahun negosiasi dan penilaian legal antara kedua bank.

Implikasi Pasar

Pembatalan merger mencerminkan tantangan yang dihadapi bank-bank Indonesia dalam memenuhi ketentuan modal OJK melalui konsolidasi. Ini juga menyoroti sifat dinamis restrukturisasi sektor perbankan, di mana faktor eksternal seperti akuisisi saham besar dapat mengubah arah aksi korporasi yang direncanakan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BABPNOBU

Topics Covered

Banking ConsolidationMerger CancellationFinancial Regulation

Key Events

1

Merger Cancellation

2

Strategic Investment by Hanwha Life

3

OJK Regulatory Decision

Timeline from 1 verified sources